BLORA, Lingkar.news – Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Daerah Jawa Timur (Jatim) menyampaikan klarifikasi terkait insiden pendaratan darurat pesawat swayasa bermotor dengan registrasi PK-S360 di Desa Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Minggu (6/9/2026).
Klarifikasi tersebut disampaikan Ketua Umum FASI Jatim yang juga Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS, didampingi Kadisops Lanud Abdulrachman Saleh selaku Ketua Harian FASI Daerah Jawa Timur serta Kadister Lanud Abdulrachman Saleh selaku Sekretaris FASI Jatim.
Reza menjelaskan, pesawat PK-S360 sebelumnya melaksanakan kegiatan dalam rangka meramaikan Pangandaran Air Show. Setelah kegiatan tersebut, pesawat direncanakan kembali ke homebase di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, dengan rute Pangandaran–Lanud Adisutjipto Yogyakarta dan selanjutnya menuju Malang.
Setelah mendarat di Lanud Adisutjipto, kondisi pesawat dinyatakan masih baik. Pengecekan juga telah dilakukan sebelum pesawat kembali melaksanakan penerbangan menuju Lanud Abdulrachman Saleh.
Baca juga: Kronologi Jatuhnya Pesawat Aerosport di Persawahan Blora, Dua Awak Selamat
Pesawat kemudian lepas landas dari Lanud Adisutjipto pada pukul 12.07 WIB dengan rencana tiba di Lanud Abdulrachman Saleh pada pukul 15.42 WIB. Namun, pada pukul 13.27 WIB, FASI Daerah Jawa Timur menerima informasi bahwa pesawat mengalami lost power atau gangguan pada mesin saat berada di wilayah Kabupaten Blora.
Menghadapi kondisi tersebut, penerbang melaksanakan prosedur pendaratan darurat sesuai ketentuan dan checklist yang berlaku. Pendaratan darurat berhasil dilakukan dengan selamat di wilayah Desa Ngawen, Kabupaten Blora.
Dua kru pesawat, Dhony Vasmin dan Ignatius Andreas, dalam kondisi selamat. Keduanya juga telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Desa Ngawen, Kabupaten Blora.
“Alhamdulillah, kedua kru dalam kondisi sehat dan selamat. Pendaratan darurat dapat dilaksanakan dengan baik sesuai prosedur. Selanjutnya, kami akan menghimpun seluruh data dan melakukan analisis untuk mengetahui penyebab gangguan pada mesin pesawat,” jelas Reza.
FASI Jatim selanjutnya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap insiden tersebut. Hasil evaluasi akan menjadi bahan pembelajaran sekaligus langkah pencegahan untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.
Setelah melaksanakan pendaratan darurat, pesawat PK-S360 mengalami kebakaran dan dinyatakan mengalami total loss.
“Informasi ini kami sampaikan sebagai bentuk klarifikasi dan konfirmasi resmi FASI Daerah Jawa Timur, agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi, khususnya terhadap berbagai pemberitaan yang beredar di media sosial,” tegasnya.
FASI Jatim memastikan keselamatan personel menjadi prioritas utama. Atas kejadian tersebut, FASI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan dan memastikan keselamatan kedua kru pesawat.
FASI Jatim menegaskan bahwa pesawat swayasa bermotor PK-S360 memang mengalami pendaratan darurat di Desa Ngawen, Blora akibat gangguan mesin atau lost power. Kedua kru selamat dan sehat, sementara pesawat mengalami kebakaran dan dinyatakan total loss setelah pendaratan darurat.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki












