PATI, Lingkar.news – Sebanyak 424 orang mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati Luky Pratugas Narimo mengatakan, dari 424 orang tersebut, 58 orang menjalani rawat inap dan 322 orang menjalani rawat jalan.
“Bergejala 424 orang, rawat inap 58 orang, dan rawat jalan 322 orang,” ujar Luky.
Para korban mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni RSUD RAA Soewondo, RS Mitra Bangsa, RS Keluarga Sehat Hospital (KSH), RS Fastabiq Sehat, dan Puskesmas Gembong.
Di antara ratusan korban tersebut terdapat penerima manfaat MBG dari kelompok B3 atau bumil, busui, dan balita yang mengikuti program MBG melalui Posyandu Anggrek.
Satu balita berusia 2 tahun harus menjalani rawat inap di RS Fastabiq Sehat. Sementara ibu menyusui yang mengalami gejala keracunan menjalani rawat jalan.
“Yang rawat inap anak usia 2 tahun ada 1 anak, selain itu ada yang rawat jalan penerima B3,” kata Luky.
Baca juga: Ungkap Penyebab 424 Orang Keracunan MBG di Gembong Pati, Polisi Kirim Sampel Makanan ke Labfor
Dugaan keracunan bermula setelah siswa dan guru dari sejumlah sekolah di Kecamatan Gembong menyantap menu MBG yang disediakan SPPG Gembong 1 pada Selasa (8/9/2026) siang. Gejala keracunan kemudian mulai muncul pada Rabu (9/9/2026).
Para korban berasal dari SMP Negeri 1 Gembong, MTs Negeri 3 Pati, MTs Manbaul Ulum, SD Negeri Gembong 3, MI Miftahul Ulum, serta Posyandu Anggrek.
Berdasarkan data Dinkes Pati hingga Jumat (11/9/2026) pukul 11.00 WIB, sebanyak 424 orang tercatat mengalami gejala keracunan.
Dinkes Kabupaten Pati bersama pihak terkait masih memantau perkembangan kondisi para korban dan melakukan penanganan medis.
Jurnalis: Mutia Parasti
Editor: Basuki












