Bandung, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengintegrasikan 13 Sekolah Manusia Unggul (Maung) dengan puluhan pelaku usaha. Langkah ini dilakukan guna mencetak lulusan SMK yang siap kerja serta memutus mata rantai pengangguran di wilayah tersebut. Penandatanganan ini berlangsung di Bandung.
Langkah strategis tersebut merupakan solusi konkret pemerintah dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan sekaligus menyiapkan pemimpin masa depan guna menyambut puncak bonus demografi.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa program ini bertujuan memastikan generasi muda memiliki daya saing tinggi.
“Anak-anak kita nanti pada 2045 menjadi future leader, menjadi para pemimpin masa depan bukan sebaliknya menjadi beban masa depan,” ujar Herman Suryatman, Rabu (15/7/2026).
Herman menegaskan, jika bonus demografi tidak dikelola secara serius melalui skema kesesuaian keahlian atau link and match, Jawa Barat dikhawatirkan akan terjebak dalam jebakan kelas menengah (middle income trap). Oleh karena itu, kolaborasi erat dengan dunia usaha dinilai mutlak diperlukan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, merinci bahwa kemitraan ini melibatkan 13 SMK Maung yang memiliki 99 konsentrasi keahlian dengan 26 perwakilan korporasi. Beberapa mitra yang terlibat di antaranya PT Solu Filantropi Teknologi, PT Usaha Adi Sanggoro, Hotel Novotel Bogor, hingga PT Sepa Coklat Indonesia.
Melalui kerja sama ini, pihak industri akan berfungsi sebagai wadah pembelajaran praktis bagi para siswa agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Industri bisa jadi living lab anak-anak, sehingga mereka tahu keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ucap Purwanto.
Saat ini, Dinas Pendidikan Jawa Barat mencatat terdapat 1.123 industri potensial di wilayah Jawa Barat. Keberadaan industri tersebut diharapkan dapat dioptimalkan dukungannya guna mendongkrak standar mutu kelulusan SMK baik di tingkat regional maupun nasional.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis












