Cianjur, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Polres Cianjur mempercepat pembentukan satuan tugas (satgas) khusus untuk mencegah keberangkatan pekerja migran secara ilegal. Langkah ini diambil guna menekan angka kasus pekerja migran nonprosedural yang kerap merugikan masyarakat.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyatakan bahwa pembentukan satgas bertujuan memberikan perlindungan optimal bagi warga Cianjur yang berniat bekerja di luar negeri, terutama untuk meminimalisir potensi penipuan.
Pembentukan satgas ini menjadi urgensi pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dari tingkat akar rumput, yakni desa, guna memastikan setiap warga yang ingin bekerja ke luar negeri memiliki dokumen yang sah dan terlindungi oleh negara.
“Pemerintah daerah bersama KP2MI dan Polres Cianjur sudah membahas terbentuknya satgas untuk memperkuat perlindungan terhadap pekerja migran asal Cianjur, di mana di dalamnya dilibatkan berbagai lapisan masyarakat hingga tingkat desa,” ujar Mohammad Wahyu Ferdian pada Selasa (14/7/2026).
“Ketika satgas terbentuk berbagai kegiatan termasuk penyuluhan dan edukasi bagi masyarakat dapat dilakukan termasuk kesiapan yang dibutuhkan untuk bekerja secara prosedural ke luar negeri, sehingga ke depan tidak ada lagi yang berangkat secara ilegal,” tambahnya.
Wahyu mengungkapkan, kasus Ai Juariah, pekerja migran asal Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang yang dipulangkan dari Libya setelah 14 bulan bekerja, menjadi pengingat penting akan bahayanya jalur ilegal. Ai diketahui mengalami kekerasan dan upah tidak dibayar setelah berangkat melalui jalur nonprosedural demi melunasi utang keluarga.
“Ai dipulangkan berkat bantuan Kementerian P2MI, Polres Cianjur, Dinas PPA Provinsi Jabar, Dinas Ketenagakerjaan Cianjur, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI di Libya yang menemukan keberadaannya,” jelasnya.
“Proses kepulangannya memerlukan perhatian khusus karena negara tempatnya bekerja sedang mengalami konflik, namun alhamdulillah, dengan kerja sama seluruh pihak, Ai akhirnya kembali berkumpul dengan keluarganya di Cianjur,” kata dia.
Wahyu menegaskan, bagi masyarakat yang ingin berangkat bekerja ke luar negeri, dapat mencari informasi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cianjur, agar niat baik tidak berubah menjadi petaka karena tergiur gaji besar.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis













