Sumedang (LINGKAR.NEWS) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berencana mengubah lahan pertanian berlereng menjadi tanaman keras. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Sumedang, Selasa, sebagai upaya untuk mengurangi risiko bencana longsor.
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa penggunaan lahan berlereng untuk keperluan perkebunan, khususnya sayuran, berpotensi tinggi memicu longsor.
“Kita mengevaluasi perkebunan sayur yang menggunakan tanah berlereng sehingga berisiko menimbulkan longsor. Dari situ nanti akan segera diubah menjadi tanaman keras,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi memastikan akan tetap memberikan solusi alternatif bagi para petani yang terdampak program ini agar mereka tidak perlu khawatir.
Para petani yang lahannya dialihkan nantinya akan direkrut sebagai tenaga pemerintah.
“Tetapi agar para petani tidak rugi, mereka akan direkrut menjadi tenaga pemerintah yang ditugaskan untuk melakukan penanaman dan merawat tanaman yang memiliki fungsi bagi ketahanan lingkungan,” tambahnya.
Program pengalihan ini akan melibatkan penanaman beberapa jenis pohon keras seperti jengkol, kina, dan durian. Wilayah dataran tinggi yang menjadi fokus program ini meliputi Bogor, Cianjur, Kabupaten Bandung, Garut, Kota Bandung, dan Bandung Barat. (anta/red)













