Bandung, Lingkar.news – Komisi III DPRD Jawa Barat mendesak manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jasa Sarana untuk segera menghentikan seluruh lini usaha yang merugi dan melakukan evaluasi total demi menyelamatkan aset daerah yang tersisa. Desakan ini muncul setelah terungkapnya kondisi keuangan perusahaan infrastruktur tersebut yang mengalami penyusutan aset drastis hingga Rp500 miliar serta beban defisit operasional tahunan mencapai Rp3 miliar.
Berdasarkan hasil audit Komisi III, nilai aset PT Jasa Sarana yang sebelumnya sempat di atas Rp1 triliun kini diperkirakan hanya tersisa Rp500 miliar. Kondisi ini diperberat dengan adanya utang perusahaan yang masih berjalan di kisaran Rp170 miliar hingga Rp180 miliar, sehingga nilai bersih aset BUMD tersebut menyusut hingga kisaran Rp400 miliar.
Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana menekankan pentingnya langkah konkret untuk menyehatkan kembali kondisi keuangan perusahaan agar tidak membebani APBD.
Usaha-usaha yang selama ini tidak memberikan keuntungan bahkan menimbulkan kerugian harus segera dievaluasi dan dihentikan. Sebaliknya, perusahaan perlu lebih fokus mengembangkan sektor usaha yang masih produktif dan memiliki potensi menghasilkan keuntungan agar kondisi keuangan dapat kembali sehat, ujar Jajang Rohana dalam keterangannya di Bandung, Sabtu (11/7/2026).
Terkait kondisi defisit operasional, Jajang menjelaskan bahwa pendapatan tahunan perusahaan saat ini belum mampu menutup seluruh biaya operasional yang ada.
Berdasarkan hasil evaluasi, kondisi keuangan PT Jasa Sarana memerlukan perhatian serius. Pendapatan yang diperoleh setiap tahun belum mampu menutup seluruh biaya operasional sehingga perusahaan masih mengalami defisit sekitar Rp3 miliar per tahun, ucap Jajang memaparkan.
Menanggapi krisis tersebut, DPRD Jabar mendorong manajemen untuk melakukan optimalisasi melalui pelepasan aset tidak produktif guna memperkuat modal lini bisnis yang prospektif.
Perbaikan manajemen menjadi kunci utama. Dengan tata kelola yang baik, pengelolaan usaha yang lebih fokus, serta optimalisasi aset, kami optimistis PT Jasa Sarana dapat kembali berada pada kondisi keuangan yang sehat dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tuturnya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis













