• Top News
  • Kabar Desa
  • Peta Situs
  • Pedoman Media Siber
  • Citizen Jurnalisme
  • Redaksi
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
  • Register
LINGKAR.news
No Result
View All Result
  • Home
  • Hukum
  • Metropolitan
  • Politik
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Jawa Barat
    • Banten
    • Yogyakarta
    • Papua
    • Maluku
    • Sulawesi Tengah
    • Nusa Tenggara Barat
  • Kabar Desa
  • Lainnya
    • Artikel
    • Bisnis
    • Budaya
    • Dunia
    • Finansial
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Pesona
    • Resep
    • Tekno
    • Wisata
LINGKAR.news
  • Home
  • Hukum
  • Metropolitan
  • Politik
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Jawa Barat
    • Banten
    • Yogyakarta
    • Papua
    • Maluku
    • Sulawesi Tengah
    • Nusa Tenggara Barat
  • Kabar Desa
  • Lainnya
    • Artikel
    • Bisnis
    • Budaya
    • Dunia
    • Finansial
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Pesona
    • Resep
    • Tekno
    • Wisata
No Result
View All Result
LINGKAR.news

Beranda | Budaya

Perpaduan 3 Daerah, Tari Soledo Siap Jadi Ikon Baru Kawasan Borobudur

by Jazilatul Khofshoh
19-Agu-2022 18:00
in Budaya
MENAMPILKAN: Tari Soledo Gelang Projo perpaduan tarian dari Kabupaten Magelang, Kulon Progo dan Purworejo sebagai ikon baru kawasan Borobudur. (Istimewa/Lingkar.news)

MENAMPILKAN: Tari Soledo Gelang Projo perpaduan tarian dari Kabupaten Magelang, Kulon Progo dan Purworejo sebagai ikon baru kawasan Borobudur. (Istimewa/Lingkar.news)

638
VIEWS
WhatsappFacebookTwitter

MAGELANG, Lingkar.news – Sejumlah seniman seniwati dengan penuh semangat dan kompak melakukan gerakan tari mengikuti irama gamelan yang mengiri mereka di Marga Utama Candi Borobudur.

Sajian seni tari yang dilakukan oleh 108 penari itu berasal dari tiga daerah di sekitar Borobudur, yakni Kabupaten Magelang,  Kabupaten Purworejo di Jawa Tengah dan Kabupaten Kulon Progo, yang masuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para seniman itu menari Soledo Gelang Projo, yang merupakan kolaborasi tiga tarian dari tiga kabupaten tersebut, yakni soreng, lengger tapeng dan dolalak.

Tarian yang digagas Badan Otorita Borobudur (BOB) ini diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

KPK menerbitkan sprindik baru dalam pengembangan kasus Fadia Arafiq, barang bukti diminta untuk digunakan dalam perkara lain.

Kasus Korupsi Pekalongan, Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp2,6 Miliar

24 September 2026
Jelang sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, simpatisan Sudewo dan Aliansi Pati Ora Sepele terlibat ketegangan hingga polisi turun tangan.

Jelang Sidang Tuntutan di Semarang, Simpatisan Sudewo dan Pati Ora Sepele Nyaris Bentrok

21 September 2026

Tari Soledo Gelang Projo merupakan upaya menggeliatkan seni budaya untuk pemersatu dan simbol kekompakan di tiga kabupaten dalam dua provinsi yakni Jawa Tengah dan DIY.

Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan kekompakan dari tiga kabupaten ini adalah bentuk sinergi yang patut dicontoh yang merupakan implementasi gerak bersama, stakeholder dan berkolaborasi dalam meningkatkan atraksi daya tarik wisata di destinasi super prioritas Borobudur Jateng dan DIY.

“Tarian ini diharapkan mampu menambah keragaman atraksi dan daya tarik untuk kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Perbukitan Menoreh dan menunjukkan keharmonisan budaya di kawasan Borobudur dan sekitarnya,” katanya.

Menurut dia, hal penting dalam pengembangan pariwisata ke depan adalah menjaga kepercayaan wisatawan melalui pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan secara budaya dan lingkungan sehingga berdampak pada tingkat kunjungan baik nusantara maupun mancanegara di masa yang akan datang.

Menparekraf berharap tari Soledo Gelang Projo menjadi atraksi yang diselenggarakan secara rutin sehingga menimbulkan efek berganda bagi para pelaku seni budaya dan industri parekraf.

Dirut Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita meminta karya tari Soledo Gelang Projo nantinya bisa diajarkan kepada anak-anak sekolah maupun penari profesional supaya bisa menjadi tari penyambutan atau tari kolosal bagi wisatawan yang akan masuk.

Seperti diketahui ada dua infrastruktur besar di kawasan Borobudur, yakni tol dan Yogyakarta International Airport di mana dua infrastruktur tersebut mempunyai kapasitas yang cukup besar hampir 40 juta orang per tahun sehingga bisa dibayangkan satu bulan itu bisa hampir empat juta orang yang akan masuk di wilayah DIY dan Jateng. Menurut dia hal ini tentu harus bisa dimanfaatkan, diserap semuanya dan harus bisa memproduksi sesuatu yang baru.

Salah satu karya ini sesuatu yang baru yang bisa dikumandangkan kepada dunia internasional bahwa di sini selalu ada yang baru. Datang ke Yogyakarta, Magelang dan sekitarnya ada yang baru, ada titik-titik baru yang bisa dipasarkan dengan sebaik mungkin sehingga kedatangan tamu dari mancanegara maupun domestik bisa memberikan dampak ganda kepada masyarakat di wilayah DIY dan Jateng.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Joko Mursito menyampaikan kegiatan ini lebih semacam mengemas lokalitas menjadi identitas. Jadi ada identitas baru di wilayah Magelang, Kulon Progo dan Purworejo.

Sejak awal ketiga daerah sudah sepakat tidak boleh ada yang mengklaim tarian ini sebagai karya seseorang atau karya kelompok tertentu. Jadi Soledo Gelang Projo ini karya kolektif dengan melibatkan seniman seniwati di tiga kabupaten. Guna menguatkan karya tersebut menjadi berkualitas maka didatangkan tiga kurator, yakni kurator gerak tari, kurator musik dan kurator rias busana.

Joko menuturkan di Kulon Progo pada 2013 ada surat keputusan bupati yang menetapkan kesenian unggulan, Lengger Tapeng ini merupakan kesenian unggulan di Kecamatan Samigaluh yang berbatasan dengan Magelang dan Purworejo.

Nama soledo ini mencerminkan keadilan dan merata yang diambil dari suku kata terdepan tarian tiga daerah, yakni so dari soreng, le itu lengger tapeng dan do itu dolalak. Keadilan itu termasuk unsur tarinya harus imbang, kemudian musiknya juga imbang.

Melalui soledo ini akan muncul identitas baru, jadi geraknya baru hasil adopsi dari tiga karya budaya itu, gamelan atau musiknya juga khusus diciptakan untuk Soledo Gelang Projo. Tari soledo ini kostumnya belum pernah ada sebelumnya, alat musiknya pun belum ada yang komposisi seperti itu. Alat musik perkusi yang keras, kemudian posisinya tidak duduk di bawah, secara etika nabuh gamelan itu memang di bawah, tetapi karena ini gamelannya sudah bukan gamelan pakem maka penabuhnya berdiri dan duduk di kursi.

Hal ini mengandung maksud kalau tarian ini menjadi tari penyambutan tamu di wilayah tiga kabupaten maka jika suatu ketika ada kunjungan menteri sedangkan tempatnya tidak ada yang representatif, tidak ada panggungnya, tidak ada sound system dan hanya tersedia trotoar maka tetap bisa main karena alat musiknya sudah keras.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, DIY menyampaikan juga tidak perlu panggung karena penabuh gamelan sudah berdiri dan duduk di kursi pemusiknya.

Secara teknik, musik yang untuk mengiringi tarian ini tanpa tarian pun sudah bisa dinikmati. Hal ini merupakan ciri karya yang matang atau berkualitas.

Menurut dia, salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa kebanggaan daerah itu harus ada sesuatu yang unik dan berbeda dengan yang lain, belum dimiliki daerah lain sehingga menimbulkan kebanggaan.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein menuturkan Kabupaten Megelang memilih tari soreng untuk dipadukan dengan dua tarian daerah yang lain karena tari soreng berkembang baik setelah tampil di Istana Negara tahun 2019.

Soreng ini semula merupakan tari keprajuritan, namun sejak era 19600an kemudian menjadi sebuah tari keprajuritan ditambah semacam sendratari sehingga ada cerita di dalamnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, Stepanus Aan Isa Nugroho menuturkan Purworejo menyumbangkan dalam tari Soledo ini adalah seni dolalak yang merupakan salah satu kekayaan di Purworejo sebagai warisan budaya tak benda.

Dolalak ini cukup tenar di Purworejo bahkan tahun 1930 pernah ada festival besar dolalak di Alun-Alun Purworejo yang tercatat dalam surat kabar Belanda.

Menurut dia melalui Soledo ini merupakan ikhtiar bersama tiga kabupaten untuk menyatukan spirit membangun bersama kawasan Borobudur.

Semangat tersebut yang ingin dibangun sehingga perbedaan politik, perbedaan sosial, dan perbedaan lainnya itu bisa dileburkan menjadi satu melalui semangat lewat budaya, karena budaya itu akan mengakar dan tidak lekang oleh waktu.

Keunikan inilah yang dimunculkan dalam sebuah karya budaya dan harapannya nanti tidak hanya menggaung di Borobudur saja tetapi sampai nasional dan internasional. (Lingkar Network | Anta – Lingkar.news)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari LINGKAR.NEWS
Tags: Berita Jateng terkiniborobudurbudayaCandi Borobudurtari daerah
Previous Post

Turunkan Risiko Diabetes, Biasakan Jalan Kaki 2 Menit Setelah Makan

Next Post

Ketua KPU RI Ingatkan Jajarannya Tak Mudah Tergoda Soal Dinamika Pemilu 2024

Kategori Terkait

Libatkan Berbagai Kalangan, 670 Penari Pecahkan Rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo
Artikel

Libatkan Berbagai Kalangan, 670 Penari Pecahkan Rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo

by Nisa Hafidzotus S
26 September 2026

Pemkab Kudus saat memecahkan Rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo yang digelar di Halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (26/9/2026). (Dok....

Read moreDetails
Penari menampilkan “Jejak Langit di Atas Tanah Jawa” dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026). (Lingkar.news Network)

300 Penari Buka MTQ Nasional 2026, “Jejak Langit di Atas Tanah Jawa” Bawa Kisah Islam di Jawa

13 September 2026
Ketua DPRD Pati Ali Badrudin bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra ikut menari dengan 1.000 pelajar di Alun-Alun Simpang Lima Pati, Minggu (23/8/2026). (Arif – Lingkar.news)

Aksi Ali Badrudin Bersama 1.000 Penari di Pati: Dorong Seni Tradisional

24 Agustus 2026
Foto bersama para lakon wayang orang dalam rangka peringatan Hari Jadi Pati, Minggu (9/8/2026). DPRD Pati mendukung gerakan Seniman Masuk Sekolah. (Red – LINGKAR.news)

DPRD Pati Dukung Gerakan Seniman Masuk Sekolah, Bu Ning: Budaya Bukan Sekadar Warisan

11 Agustus 2026
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo (kanan) bersama wakilnya, Endah Sri Wahyuningati (kiri), mendampingi Plt Bupati Risma Ardhi Chandra (tengah), tampil dalam dalam pagelaran wayang orang dalam rangkaian Hari Jadi Pati ke-703, Minggu (9/8/2026). (Red –LINGKAR.news)

Hari Jadi Pati, Teguh Bandang Waluyo Dorong Seniman Masuk Sekolah

10 Agustus 2026
Load More

Berita Pilihan

Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB menggantikan Suharyanto di tengah kasus korupsi yang diusut KPK.
Nasional

Prabowo Copot Suharyanto, Lantik Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB

by Basuki Rahardjo
15 Oktober 2026

Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB menggantikan Suharyanto di tengah kasus korupsi...

KPK menahan lima tersangka dugaan korupsi Dana Siap Pakai kebencanaan, salah satunya Bima Setyawan, adik Kepala BNPB Suharyanto.

KPK Tahan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai Bencana, Termasuk Adik Kepala BNPB Suharyanto

14 Oktober 2026
Gedung BNPB

OTT ke-22 KPK Sasar BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oktober 2026
BGN menutup permanen dua SPPG di Kota Semarang dan Kabupaten Batang, layanan 4.965 penerima manfaat MBG dialihkan ke SPPG terdekat.

BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jateng, Layanan MBG 4.965 Penerima Dialihkan

13 Oktober 2026
Tampak IPAL SPPG Kendal yang bermasalah. Ditemukan kala Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari melakukan sidak, Senin (12/10/2026). (Elza Nur / Lingkar.news)

Ditemukan IPAL SPPG Bermasalah di Kendal, Begini Kondisinya

12 Oktober 2026

Trending Hari Ini

  • SMPN 2 Sulang melantik 30 Agen Kece dan menggelar deklarasi antiperundungan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

    Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman, SMPN 2 Sulang Lantik 30 Agen Kece dan Deklarasi Antiperundungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resep Garang Asem Ayam Tanpa Santan, Makanan Tradisional Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Nonton Video Viral Lewat Yandex Browser Jepang atau Yandex Ru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Bantul Bentuk Tim Gabungan Cegah Penimbunan Bahan Pokok Jelang Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamat: Polisi Bisa Segera Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras dengan 2 Langkah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Instagram Youtube TikTok
LINGKAR.news

Lingkar News adalah web resmi dari Lingkar Media Group Network Meliputi Lingkar TV Lingkar Jateng, Lingkar Jatim, Lingkar Jogja dan Lingkar Jabar

Media Network Kami :

  • Berita Jateng Hari Ini
  • Berita Jabar Hari Ini
  • Berita Jatim Hari Ini
  • Berita Jogja Hari Ini
  • Papua
  • Berita Banten Hari Ini
  • Tentang Kami
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Developer

© 2022 Lingkar News Mendalam dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Home
  • Hukum
  • Metropolitan
  • Politik
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Jawa Barat
    • Banten
    • Yogyakarta
    • Papua
    • Maluku
    • Sulawesi Tengah
    • Nusa Tenggara Barat
  • Kabar Desa
  • Lainnya
    • Artikel
    • Bisnis
    • Budaya
    • Dunia
    • Finansial
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Pesona
    • Resep
    • Tekno
    • Wisata

© 2022 Lingkar News Mendalam dan Terpercaya