LEBAK, Lingkar.news – Kasus gigitan ular berbisa pada masyarakat Suku Badui menjadi atensi Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten lantaran memakan korban jiwa.
Menurut data dari Sahabat Relawan Indonesia (SRI) terdapat tujuh warga Suku Badui Dalam dan Badui Luar dilaporkan meninggal dunia akibat gigitan ular berbisa jenis ular tanah (Calloselasma rhodostoma) sepanjang Januari hingga 15 Agustus 2025.
Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten menyediakan serum antibisa ular (Abu) untuk mengantisipasi gigitan ular berbisa bagi masyarakat Suku Badui yang tinggal di kawasan Gunung Kendeng
“Pekan depan sudah tersedia serum Abu sebanyak 250 vial untuk puskesmas di perbatasan wilayah permukiman masyarakat Badui,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Endang Komarudin di Lebak, Minggu, 17 Agustus 2025.
Persediaan serum Abu di Kabupaten Lebak untuk mengantisipasi penanganan masyarakat Badui agar tidak mengakibatkan kematian lantaran gigitan ular berbisa.
Dinkes sudah memesan permintaan serum ABU ke produsen PT Biofarma Bandung dan pekan depan sudah didistribusikan ke puskesmas yang berbatasan dengan wilayah masyarakat Badui.
Saat ini, aktivitas kegiatan masyarakat Badui membuka ladang-ladang pertanian, sehingga banyak korban gigitan ular berbisa yang bisa mematikan, di antaranya ular tanah, ular hitam, ular kobra dan ular belang, terlebih curah hujan tinggi.
Populasi ular yang mematikan itu di sekitar semak belukar hutan, rerumputan ilalang, tumpukan kayu dan areal tanah lapang.
Selain itu pada malam hari saat musim hujan, banyak ular berbisa berkeliaran di jalan-jalan hingga ke pemukiman warga untuk mencari makan alami mereka, di antaranya kodok dan tikus.
Petani kerap kali menghadapi risiko gigitan ular berbisa saat membuka ladang dan kebun mereka.
Penyediaan serum Abu di puskesmas perbatasan masyarakat Badui antara lain Puskesmas Cisimeut, Puskesmas Leuwidamar dan Cirinten.
“Kami yakin dengan tersedianya serum Abu bisa menyelamatkan korban gigitan ular itu,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi mengatakan saat ini kasus gigitan ular berbisa yang dialami masyarakat Suku Badui dalam empat bulan terakhir sebanyak 30 kasus dan dua di antaranya meninggal dunia dan satu orang kehilangan jari.
Namun, pihaknya berharap Dinkes Provinsi Banten dan Dinkes Kabupaten Lebak menyediakan stok serum Abu.
“Kami sekarang jika ada warga Badui yang menjadi korban gigitan ular berbisa dirujuk ke RSUD Banten, karena dipastikan ada serum Abu dibandingkan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung,” katanya.
Jurnalis: Anta
Editor: Ulfa Puspa











