Lebak, Lingkar.news – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino di Kabupaten Lebak, Banten.
Bantuan ini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendasar warga, seperti konsumsi, memasak, dan keperluan rumah tangga lainnya, mengingat menipisnya cadangan air bersih di wilayah tersebut selama musim kemarau.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa ketersediaan air merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan yang krusial bagi sektor pertanian, energi, aksi iklim, hingga pengentasan kemiskinan.
“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Dody dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Kementerian PU menyimpulkan bahwa penyaluran bantuan air bersih menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas hidup serta menjamin kelangsungan aktivitas warga di tengah ancaman kekeringan.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PU, Arnold P. Ritiauw, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Menteri PU dalam menangani dampak kekeringan secara responsif pada lahan pertanian maupun kebutuhan pokok masyarakat.
“Sesuai arahan Bapak Menteri Pekerjaan Umum, seluruh jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bergerak cepat mengantisipasi dan menangani dampak kekeringan di berbagai wilayah. Prioritas utama kami adalah memastikan tidak ada masyarakat maupun lahan pertanian yang mengalami kekurangan air akibat keterlambatan penanganan,” kata Arnold.
Dalam operasionalnya, BBWS C3 mengerahkan tiga armada dump truck pembawa tandon berkapasitas 3.000 liter untuk tiga desa di Kecamatan Warunggunung, yakni Desa Banjarsari, Desa Sukaraja, dan Desa Jagabaya. Selain itu, diterjunkan pula dua unit mobile pump dan delapan unit Kempu guna memaksimalkan distribusi air bersih bagi warga terdampak.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis













