Lebak, Lingkar.news – Wisatawan dari berbagai daerah di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat memadati kawasan permukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, untuk berburu durian dan melakukan saba budaya.
Sekretaris Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Medi mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan atau saba budaya yang berkunjung ke wilayah tersebut mencapai 2.700 orang, terhitung sejak Selasa (25/08/2026) hingga Rabu (26/08/2026). Para pengunjung datang secara berkelompok, baik bersama keluarga maupun komunitas, untuk menikmati panorama alam sekaligus membeli buah durian khas Badui yang dikenal memiliki rasa legit, beraroma kuat, manis, dan berdaging tebal.
Kunjungan wisatawan ini dinilai membawa keberkahan bagi masyarakat adat setempat karena mampu menggerakkan roda ekonomi lokal saat musim panen tiba. Kesimpulan dari pernyataan tersebut adalah tingginya minat kunjungan wisata ke Badui memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan ekonomi warga setempat di tengah masa panen durian.
“Kami merasa bersyukur adanya pengunjung saba budaya itu dipastikan membawa dampak positif bagi masyarakat Badui, terlebih pendapatan ekonomi cenderung meningkat seiring panen durian”, kata Medi pada Rabu (26/8/2026).
Kusni, salah satu pengunjung asal Jakarta, menyatakan bahwa pihaknya sengaja datang ke Badui untuk melepas penat. Ia mengaku terkesan dengan keaslian alam Badui yang memberikan ketenangan dan kenyamanan. Meski medan perbukitan dan pegunungan cukup menantang, kelelahan tersebut terbayar setelah menikmati durian lokal.
Kami bersama rombongan berjalan kaki menebus hutan dan jalan setapak menuju pemukiman Badui di Kampung Kadu Gajah sangat melelahkan, meski sepanjang tiga kilometer, namun setelah makan durian kelelahan hilang, kata Kusni.
Senada dengan Kusni, wisatawan asal Tangerang bernama Sandra (17) turut mengagumi kesederhanaan masyarakat Badui dalam menjaga kelestarian alam. Selain berinteraksi dengan warga, ia membeli durian dengan harga berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp100 ribu per butir selama kunjungannya.
Kami menginap ke pemukiman Badui dan pulang Kamis pagi, kata Sandra.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis













