Lebak, Lingkar.news – Sebanyak 270 siswa baru mengikuti kegiatan Pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di gedung permanen Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin, (31/8/2026).
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, menjelaskan bahwa kehadiran orang tua siswa dalam kegiatan tersebut sekaligus untuk meninjau fasilitas gedung baru yang saat ini pengerjaannya telah mencapai 98 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir.
Lela menambahkan bahwa proses kegiatan MPLS bagi siswa baru tahun ajaran 2026/2027 direncanakan akan berlangsung pada pertengahan September 2026 mendatang.
Adapun profil 270 siswa tersebut terdiri dari jenjang SD sebanyak 30 orang, SMP 120 orang, dan SMA 120 orang. Seluruh siswa telah mengikuti persyaratan wajib berupa pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Pemeriksaan CKG itu melibatkan tenaga medis Puskesmas Panggarangan,” ujar Lela.
Lebih lanjut, Lela menyebutkan bahwa gedung baru Sekolah Rakyat di Panggarangan memiliki kapasitas tampung hingga 1.000 siswa. Fasilitas yang tersedia mencakup ruangan belajar, asrama, gedung serbaguna, dapur, kantin, rumah ibadah, hingga lapangan olahraga. Seluruh peserta didik yang diterima berasal dari keluarga kategori miskin dan miskin ekstrem Desil 1 dan Desil 2 sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Melalui penyediaan sarana pendidikan yang lengkap dan inklusif ini, pemerintah optimistis Sekolah Rakyat dapat mencetak generasi berprestasi serta sumber daya manusia (SDM) unggul dan mandiri, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kami berharap ke depan peserta didik Sekolah Rakyat dapat memutus mata rantai kemiskinan,” ucap Lela.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Yani, warga Malingping, mengungkapkan rasa bangganya karena anaknya dapat diterima di jenjang SMA Sekolah Rakyat Panggarangan.
“Kami berharap anak kedua dari lima bersaudara itu bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, sehingga bisa mengubah kehidupan yang lebih baik,” kata Yani yang berprofesi sebagai buruh tani.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis













