SERANG, Lingkar.news – Hari pertama masuk sekolah usai libur semester ganjil di SDN Pamarican 2, Kota Serang, Banten, pada Senin, 5 Januari 2025 tampak lengang tanpa kehadiran siswa akibat banjir yang merendam seluruh ruang kelas.
Kepala SDN Pamarican 2 Kota Serang, Subhi, menjelaskan bahwa momentum awal kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh atau daring karena kondisi sekolah yang tidak memungkinkan.
“Seharusnya hari ini siswa masuk, namun karena banjir, anak-anak belajar melalui daring. Guru-guru tetap hadir di sekolah untuk memberikan tugas dan memantau siswa yang sedang daring,” ujar Subhi.
Banjir di SDN Pamarican 2 Serang terjadi akibat hujan deras sejak akhir pekan lalu ditambah buruknya sistem resapan air.
Menurut Subhi, ketinggian air sempat mencapai lutut orang dewasa pada Sabtu dan Minggu, menyebabkan enam ruang kelas (kelas 1-6) dan perpustakaan terendam.
Sering Kebanjiran, SDN Pamarican Kota Serang Direlokasi Sementara
Ia menjelaskan sebanyak 234 siswa diperintahkan untuk belajar dari rumah sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang yang telah meninjau lokasi. Kebijakan ini diambil demi keselamatan dan kesehatan para siswa.
“Kemungkinan belajar daring ini bisa berlangsung satu minggu atau lebih kalau keadaan turun hujan lagi,” katanya.
Pihak sekolah mengaku telah melakukan berbagai upaya antisipasi, termasuk membuat bendungan kecil di area belakang sekolah, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
“Informasi dari pemerintah kota, insya Allah tahun ini mudah-mudahan bisa terealisasi pembangunan total. Rencananya tanah halaman sekolah akan disamakan tingginya dengan jalan,” ucapnya.
Kondisi serupa juga terjadi di SDN Pamarican 1 yang berlokasi tepat di sebelah SDN Pamarican 2, dimana sejumlah ruang kelas masih tampak tergenang air.












