Lingkar.news – Sahur, dalam agama Islam memang tidak wajib dan tidak berpengaruh terhadap keabsahan puasa. Namun Islam tetap menganjurkannya karena mengandung keberkahan dan manfaat besar bagi tubuh.
Kondisi tubuh setiap individu berbeda-beda. Ada yang kuat menjalani puasa walau tidak makan sahur, namun seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu mungkin malah tidak boleh melewatkan sahur seperti penderita diabetes karena bisa berisiko mengalami hipoglikemia.
Namun ada kalanya situasi tak terhindarkan membuat seseorang tidak sempat makan sahur karena bangun kesiangan atau kondisi tertentu lainnya. Ketika kondisi ini terjadi mungkin kamu akan khawatir apakah akan kuat menjalani puasa seharian.
Ada beberapa tips yang bisa membantu agar tubuh tetap kuat dan aman meskipun terlewat sahur atau telat bangun yang bisa kamu coba.
1. Makan Makanan Bergizi saat Berbuka
Pastikan saat berbuka puasa kamu mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang. Fokus pada makanan yang memberikan energi tahan lama, seperti karbohidrat kompleks misalnya nasi merah, roti gandum, atau oat) untuk menjaga energi sepanjang hari.
Menu buka puasa juga sebaiknya mengandung protein, seperti ikan, ayam, telur, tempe, atau tahu) untuk membantu tubuh tetap kenyang dan menjaga kekuatan otot. Kemudian lemak sehat, seperti alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun untuk cadangan energi.
Lalu, jangan lupa konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.
2. Perbanyak Minum Air Saat Berbuka
Pastikan kamu minum cukup air saat berbuka dan sebelum tidur agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Kekurangan cairan bisa membuat tubuh cepat lemas dan mudah dehidrasi selama berpuasa. Setidaknya minum 8-10 gelas air dalam periode antara berbuka dan sahur.
3. Pilih Makanan yang Mengandung Serat
Makanan yang tinggi serat seperti sayuran, buah-buahan, atau biji-bijian akan membantu memperlambat pencernaan dan menjaga rasa kenyang lebih lama. Ini juga membantu menjaga kestabilan gula darah, sehingga kamu tetap merasa bertenaga sepanjang hari.
4. Konsumsi Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah
Makanan dengan indeks glikemik rendah (seperti gandum utuh dan sayuran) akan memberikan pelepasan energi yang lebih lambat dibandingkan dengan makanan yang tinggi gula atau karbohidrat olahan. Ini membantu menjaga energi lebih stabil sepanjang hari.
5. Jaga Kualitas Tidur
Jika kamu telat bangun sahur, pastikan tidurmu cukup agar tubuh tetap fit. Usahakan tidur malam minimal 6 jam meskipun tidur agak larut. Tidur yang berkualitas sangat penting untuk memulihkan energi dan menjaga daya tahan tubuh.
6. Camilan Sehat di Waktu Berbuka
Jika sahur terlewat, kamu bisa makan camilan sehat setelah berbuka puasa, seperti kacang-kacangan, yogurt rendah lemak, atau buah segar. Ini bisa membantu memberi energi tambahan tanpa mengganggu pencernaan.
7. Minum Jus atau Smoothie Kaya Nutrisi
Jika sahur terlewat, kamu bisa mengganti makanan padat dengan smoothie atau jus yang kaya akan protein, serat, dan vitamin. Misalnya, smoothie yang terbuat dari buah-buahan, sayuran, dan yogurt bisa memberikan manfaat gizi yang cukup.
8. Kurangi Aktivitas Fisik yang Berat
Jika kamu tidak sempat sahur, mungkin sebaiknya kurangi aktivitas fisik yang terlalu berat, terutama di awal hari. Fokus pada aktivitas ringan agar tubuh tidak terlalu cepat kelelahan.
9. Mengatur Pola Makan saat Berbuka
Cobalah untuk makan dengan porsi yang lebih kecil namun sering, agar tubuh tetap mendapatkan pasokan energi yang stabil meski tidak sahur. Jangan langsung makan makanan yang berat atau terlalu banyak saat berbuka. (Lingkar Network – Lingkar.news)













