SEMARANG, Lingkar.news – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng) Taj Yasin Maimoen mengajak para legislator DPRD Jateng untuk ikut mengawal rencana kenaikan anggaran insentif bagi penghafal kitab suci dan guru agama lintas keyakinan di provinsi setempat.
Rencananya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng akan menaikkan anggaran insentif dari Rp 250 miliar pada 2025 menjadi Rp 300 miliar pada 2026.
Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menilai realisasi rencana tersebut membutuhkan dukungan penuh dari legislatif.
“Siapa saja yang menghafalkan kitab suci, Pemprov Jateng akan memberikan insentif. Namun sejauh ini, yang baru terdata adalah para penghafal Al-Qur’an,” ujarnya pada Minggu, 24 Agustus 2025.
Selain itu, program insentif juga diberikan kepada guru-guru lintas agama di Jateng. Saat ini, jumlah penerima mencapai lebih dari 250 ribu orang.
Namun, Gus Yasin menyebut masih ada guru yang belum terakomodasi, sehingga jumlah penerima akan ditambah pada tahun depan.
“Rencana ini juga sudah mendapat persetujuan dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Yasin menyampaikan sejumlah capaian lain dari kepemimpinan bersama Gubernur Ahmad Luthfi.
Di antaranya, adanya penurunan angka pengangguran terbuka, serta percepatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diakselerasi melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling).
“Program Speling ini luar biasa, karena tidak hanya rumah sakit pemerintah yang terlibat, tetapi juga rumah sakit swasta ikut berperan aktif,” tambahnya.
Meski begitu, Gus Yasin menegaskan bahwa capaian-capaian tersebut masih memiliki banyak kekurangan.
Oleh sebab itu, Pemprov Jateng membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD, agar program-program yang dicanangkan bisa berjalan optimal.
“Kami membuka ruang diskusi, dan saya yakin bapak-ibu yang hadir memiliki wawasan politik yang cerdas, baik, dan amanah. Sehingga kita bisa bersama-sama mencari solusi atas setiap permasalahan yang ada,” pungkasnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid












