REMBANG, Lingkar.news – Semangat demokrasi tampak mewarnai kegiatan Suara Demokrasi dalam rangka Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) SMP Negeri 2 Kaliori yang dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026 di Ruang Multimedia Esperoka.
Kegiatan ini menjadi salah satu wadah pembelajaran demokrasi bagi seluruh warga sekolah melalui praktik pemilihan pemimpin secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil dan bertanggung jawab.
Sebanyak 435 murid serta 34 guru dan karyawan SMP Negeri 2 Kaliori memiliki hak suara dalam Pilketos. Dengan total 469 pemilih, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran berdemokrasi sekaligus melatih murid berpartisipasi aktif dalam menentukan pemimpin organisasi di lingkungan sekolah.
Pilketos tahun ini diikuti dua pasangan calon (paslon) yang bersaing secara kompetitif. Paslon nomor urut 1 adalah Annada Afika Aya dan Muhammad Alfin, sedangkan paslon nomor urut 2 adalah Ananda Ulya dan Muhammad Erik. Kedua paslon telah melalui serangkaian tahapan sebelum akhirnya mengikuti pemungutan suara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seleksi administrasi dan wawancara bagi para calon pasangan. Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan, komitmen, serta potensi kepemimpinan calon dalam menjalankan tugas sebagai pengurus OSIS.
Setelah pasangan calon ditetapkan, kegiatan dilanjutkan dengan debat terbuka yang memberikan kesempatan kepada masing-masing pasangan untuk memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka.
Dalam debat terbuka tersebut, kedua pasangan calon juga mengikuti sesi tanya jawab. Forum ini menjadi ruang bagi para calon untuk menyampaikan gagasan, menunjukkan kemampuan berkomunikasi, serta menjawab pertanyaan secara terbuka.
Melalui kegiatan tersebut, warga sekolah dapat mengenal lebih dekat gagasan dan rencana kerja masing-masing pasangan calon sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan.
Setelah debat terbuka, kegiatan dilanjutkan dengan kampanye serta sosialisasi tata cara pemilihan. Tahapan ini memberikan kesempatan kepada pasangan calon untuk memperkenalkan program unggulan sekaligus mengajak para pemilih berpartisipasi dalam pemilihan.
Sosialisasi tata cara pemungutan suara juga dilakukan agar seluruh pemilih memahami proses pemilihan dan dapat menggunakan hak suaranya dengan baik.

Pelaksanaan Pilketos melalui program Suara Demokrasi tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan organisasi siswa. Kegiatan ini merupakan sarana pembelajaran nyata bagi murid untuk memahami nilai-nilai demokrasi, menghargai perbedaan pilihan, menyampaikan pendapat secara santun, serta menerima hasil keputusan bersama dengan sikap dewasa.
Melalui pengalaman ini, murid diharapkan mampu memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang tanggung jawab, kejujuran, partisipasi, dan penghormatan terhadap hak setiap orang. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan Suara Demokrasi, SMP Negeri 2 Kaliori terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual.
Pemilihan Ketua OSIS menjadi salah satu langkah untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, kritis, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
(Hms/Lingkar.news)













