JEMBER, Lingkar.news – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember mendorong pemerintah daerah mengambil langkah untuk membantu memulihkan kondisi.
Bupati Jember Muhammad Fawait menetapkan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Jumat, 16 Oktober 2026, dan Senin, 19 Oktober 2026.
Kebijakan tersebut diambil untuk membantu mengurangi mobilitas kendaraan sekaligus mendukung upaya penguraian antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU.
Gus Fawait mengatakan, antrean pembelian BBM tidak hanya terjadi di Jember, tetapi juga dilaporkan di berbagai daerah lain di Indonesia.
“Ini fenomena yang tidak hanya terjadi di Jember, tapi hampir di seluruh daerah, bahkan di luar Jawa Timur dan beberapa provinsi lainnya,” kata Fawait dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram-nya, Kamis, 15 Oktober 2026.
Ia menegaskan, meskipun distribusi BBM merupakan kewenangan Pertamina, pemerintah daerah tetap perlu mengambil langkah untuk membantu mengatasi kesulitan yang dirasakan masyarakat.
“Distribusi BBM adalah tugas utama dari Pertamina. Namun tentu kita sebagai pemerintah daerah tidak bisa lepas tangan begitu saja. Kita membantu Pertamina untuk mencari solusi dan berikhtiar untuk mengembalikan proses pembelian BBM dengan normal,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember juga akan memastikan pelayanan publik tetap berjalan selama kebijakan WFH diterapkan. Sementara itu, koordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait terus dilakukan untuk mendukung pemulihan distribusi dan penjualan BBM di wilayah tersebut.
“Sebagai dukungan kita kepada Pertamina untuk mengurai beberapa antrean ini, kami Pemkab Jember memutuskan hari Jumat besok, 16 Oktober 2026, kemudian hari Senin, 19 Oktober 2026 untuk para ASN Kabupaten Jember kami putuskan untuk Work From Home (WFH), bekerja dari rumah,” kata Fawait.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan mengevaluasi perkembangan kondisi sebelum menentukan langkah lanjutan. Pemkab Jember juga akan berdiskusi dengan pihak terkait, khususnya Pertamina, untuk mencari solusi yang sesuai.
Antrean BBM di Sejumlah SPBU Capai Satu Jam
Antrean kendaraan di SPBU Jember dilaporkan mengular hingga bahu jalan. Kendaraan roda dua, mobil, hingga truk boks harus menunggu giliran untuk mengisi BBM, terutama Pertalite.
Antrean terlihat di sejumlah SPBU, antara lain di kawasan Ahmad Yani, Kaliwates, Mangli, dan Mastrip. Waktu tunggu dilaporkan mencapai sekitar 30 menit hingga lebih dari satu jam.
Samsul Hadi, warga Kecamatan Sumbersari, mengaku harus menyediakan waktu lebih banyak untuk mengisi BBM akibat antrean panjang tersebut.
“Antreannya cukup panjang. Kami harus menunggu lebih lama untuk mengisi BBM, padahal kebutuhan ini untuk aktivitas sehari-hari,” kata Samsul, Kamis malam, 15 Oktober 2026.
Menurut dia, kondisi itu mengganggu mobilitas warga, terutama mereka yang harus bekerja dan menjalankan aktivitas pada pagi hari.
Keluhan serupa disampaikan Haryati, warga Kecamatan Ambulu. Ia berharap distribusi BBM segera kembali normal agar masyarakat dapat mengisi bahan bakar tanpa harus mengantre terlalu lama.
“Harapannya segera normal kembali. Kalau antreannya panjang seperti ini, tentu mengganggu aktivitas warga. Kami berharap bisa membeli BBM seperti biasanya,” ujar Haryati.
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Jember Aman
Di tengah antrean yang terjadi, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan pasokan BBM untuk Jember tetap aman. Pertamina menjelaskan, dinamika geopolitik internasional memengaruhi rantai pasok energi global, termasuk jadwal kedatangan kapal tanker minyak.
Meski terdapat penyesuaian pola distribusi, Pertamina menyatakan tidak ada pengurangan volume pengiriman BBM ke Jember.
Panjang antrean di SPBU diduga turut dipengaruhi meningkatnya pembelian masyarakat. Kepanikan konsumen serta peralihan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite disebut menambah tekanan permintaan pada jenis BBM tertentu.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan Dinas Perhubungan guna mengurai antrean serta mengatur lalu lintas di sekitar SPBU.
Pemkab Jember juga menggelar rapat koordinasi untuk mempersiapkan satuan tugas (satgas) yang ditujukan mengatasi praktik tengkulak di tengah situasi kelangkaan BBM.
Langkah tersebut diarahkan untuk mengantisipasi pihak-pihak yang berusaha mengambil keuntungan dari kondisi yang meresahkan masyarakat.
Gus Fawait mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Ia berharap kebijakan WFH bagi ASN, koordinasi dengan Pertamina, serta langkah penanganan lainnya dapat membantu mengembalikan kondisi penjualan BBM di Jember dan daerah lain ke keadaan normal.
“Karena bagi kami, melayani masyarakat bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga tentang kepedulian dan tanggung jawab untuk selalu hadir mencari solusi,” tegasnya.
Jurnalis: Agung Suryono











