BANTUL, LINGKAR.NEWS – Kompleks situs sejarah di Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta, menyimpan kekayaan warisan budaya Mataram Islam melalui keberadaan Sendang Seliran yang terdiri atas Sendang Kakung dan Sendang Putri. Terletak persis di sebelah selatan kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede, kedua kolam mata air bersejarah ini sejak dahulu dimanfaatkan oleh masyarakat dan kerabat kerajaan untuk bersuci sebelum menunaikan ibadah di Masjid Gedhe Mataram.
Berdasarkan penuturan tradisi setempat yang dihimpun hingga Minggu (11/10/2026), keberadaan sendang ini erat dikaitkan dengan era kepemimpinan Panembahan Senopati, kendati catatan tahun pembangunan pastinya belum ditemukan secara pasti. Kolam tersebut dibagi menjadi dua bagian terpisah, yakni Sendang Kakung khusus untuk kaum laki-laki dan Sendang Putri bagi perempuan, yang merefleksikan nilai keteraturan, tata krama, serta penghormatan mendalam terhadap kesucian lahir dan batin sebelum menghadap Sang Pencipta.
Lebih dari sekadar infrastruktur sumber air masa lampau, Sendang Seliran sarat akan muatan filosofis tinggi bagi kehidupan masyarakat Jawa. Air diposisikan sebagai lambang pembersihan dan kejernihan batin. Tradisi lisan yang hidup di tengah warga juga memaknai kehadiran hewan di dalam kolam—seperti bulus di Sendang Putri sebagai simbol dakwah Islam secara lembut (*alus*), serta ikan lele di Sendang Kakung yang mencerminkan keteladanan sikap rendah hati Panembahan Senopati meskipun berstatus sebagai seorang raja.
Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam situs tersebut harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus bangsa.
“Kedua sendang mengajarkan bahwa kebesaran tidak selalu ditunjukkan melalui kemegahan. Sebelum beribadah, manusia diajak membersihkan diri; sebelum memimpin, manusia perlu merendahkan hati. Karena itu, pelestarian Sendang Seliran bukan hanya menjaga bangunan dan sumber air, tetapi juga merawat pengetahuan, tradisi, dan nilai kehidupan yang diwariskan leluhur,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Melalui pelestarian situs bersejarah ini, masyarakat di Jagalan diingatkan bahwa air bukan sekadar elemen penopang fisik, melainkan pengingat abadi bahwa kejernihan dan kerendahan hati merupakan esensi kepemimpinan serta kemanusiaan yang tak lekang oleh zaman.
Penulis : Yuni Lestari / Tenaga Ahli Kabupaten Bantul – Lokasi : (Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta)












