BANTUL, LINGKAR.NEWS – Warga bersama abdi dalem Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta menggelar tradisi adat Nawu Sendang Seliran di kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta, pada Minggu (11/10/2026). Kegiatan pembersihan dua kolam bersejarah, yakni Sendang Kakung dan Sendang Putri, ini merupakan agenda turun-temurun yang rutin dilaksanakan pada bulan Rejeb dalam kalender Jawa menjelang bulan suci Ramadan guna merawat sumber air sekaligus melestarikan warisan budaya masa Kerajaan Mataram Islam.
Prosesi sakral yang melibatkan Pemerintah Kalurahan Jagalan dan masyarakat ini diawali dengan penyerahan *siwur* atau gayung tradisional kepada juru kunci untuk digunakan dalam ritual. Rangkaian kegiatan modern tersebut turut dimeriahkan dengan kirab budaya, pengarakan gunungan hasil bumi dan jajanan pasar, serta pertunjukan kesenian yang melibatkan kerja sama lintas elemen antara pihak keraton, pemerintah daerah, pelaku budaya, dan masyarakat setempat.
Tokoh setempat menyatakan bahwa pelestarian tradisi ini memiliki makna filosofis yang mendalam, tidak hanya sekadar menguras kolam, melainkan juga membersihkan diri serta menjaga kelestarian lingkungan. “Tradisi ini menghubungkan sejarah Mataram dengan kehidupan warga masa kini, sekaligus membuka ruang bagi wisata budaya yang tetap menghormati nilai dan kesakralan situs,” ujarnya. Sejak dihidupkan kembali dalam skala yang lebih luas pada 2009 dan diperkaya dengan kirab budaya pada 2013, tradisi Nawu Sendang kini telah menjadi bagian penting identitas budaya Jagalan yang mengajarkan pentingnya merawat warisan leluhur secara bersama-sama.
Penulis : Yuni Lestari / Tenaga Ahli Kabupaten Bantul – Lokasi : (Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta)












