PALU, Lingkar.news – Guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah, alokasi pembangunan jalan dan jembatan Sulteng terus digenjot secara masif. Melalui Program Berani Lancar tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengalokasikan anggaran sebesar Rp208,98 miliar guna membiayai pengerjaan puluhan ruas jalan serta infrastruktur jembatan strategis.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, di Palu, Rabu (8/7/2026), mengonfirmasi bahwa alokasi besar tersebut disiapkan khusus untuk menangani puluhan titik infrastruktur krusial sepanjang tahun ini.
“Pada 2026, pemerintah provinsi menangani 57 ruas jalan dan 10 jembatan dengan alokasi anggaran Rp208,98 miliar,” katanya.
Rincian Target Jalan Reguler dan Kontrak Tahun Jamak
Selain mengandalkan pekerjaan reguler dari anggaran tahun berjalan, Pemprov Sulteng juga mengamankan kelanjutan proyek-proyek strategis melalui skema multiyears.
Langkah ini diambil untuk memastikan pengerjaan fisik di lapangan tidak terputus.
Ia menjelaskan, pemerintah juga menjalankan 12 paket kontrak tahun jamak dengan total anggaran Rp604,82 miIiar guna memastikan pembangunan jalan provinsi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Adapun dari pekerjaan reguler yang sedang berjalan pada tahun ini, penanganan difokuskan pada puluhan jalur non-multiyears. Dari total volume yang ditargetkan, penanganan dilakukan pada 46 ruas jalan non-multiyears dengan total panjang pekerjaan mencapai 43,73 kilometer.
Berani Lancar Sasar 1.000 Kilometer Jalan Desa
Tidak hanya berfokus pada jalan arteri provinsi, alokasi pembangunan jalan dan jembatan Sulteng dalam program Berani Lancar itu juga menyasar wilayah pedesaan demi memperkecil ketimpangan antarwilayah.
Faidul menambahkan, pemerintah juga membangun 26 ruas jalan desa sepanjang 19,76 kilometer sebagai bagian dari target program Berani Lancar 1.000 kilometer jalan desa.
Pihaknya menekankan bahwa ketersediaan aksesibilitas yang mantap merupakan pilar utama dalam mendukung mobilitas harian masyarakat serta memperlancar arus distribusi logistik hasil bumi.
“Pembangunan jalan dan jembatan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Jurnalis: Ant











