MEDAN, Lingkar.news – Ledakan gas pipa tanam diduga menjadi penyebab runtuhnya sebuah rumah di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut). Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian terhadap dua korban yang tertimbun material bangunan.
Kantor Basarnas Kelas A Medan mengoptimalkan proses pencarian dengan membagi personel menjadi tiga tim atau Search and Rescue Unit (SRU). Kepala Basarnas Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan pembagian tim dilakukan agar proses evakuasi berjalan lebih efektif.
“Kami mengoptimalkan pencarian dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU),” ujar Hery Marantika, Selasa (21/7/2026).
SRU I bertugas melakukan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal milik Basarnas Medan untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di bawah reruntuhan bangunan.
Sementara SRU II melakukan pencarian dan evakuasi melalui metode Area Search Rescue (ASR) dengan membagi sektor pencarian serta mengidentifikasi potensi bahaya di sekitar lokasi kejadian.
Adapun SRU III melakukan pencarian cepat pada titik prioritas dengan menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses menuju lokasi yang diduga menjadi tempat korban tertimbun.
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan didukung berbagai peralatan, mulai dari rescue truck, rescue car double cabin, drone thermal, crane, peralatan ekstrikasi, perlengkapan medis, alat penerangan, hingga perangkat komunikasi.
Hery menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (20/7/2026) dan diduga dipicu ledakan gas pipa tanam yang menyebabkan bangunan rumah runtuh.
Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh orang yang berada di lokasi saat kejadian. Empat orang berhasil diselamatkan, yakni Jeavelin (2 tahun), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.
Sementara itu, satu korban meninggal dunia telah ditemukan. Namun, identitas dan jumlah pasti korban masih dalam proses pendataan. Dua korban lainnya masih dalam pencarian karena diduga berada di bawah reruntuhan bangunan.
Hery mengatakan laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan pada pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumut.
Setelah menerima laporan, Tim Rescue Basarnas Medan langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan pendukung pencarian dan evakuasi.
“Tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran dan pembukaan akses pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun, sementara perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara resmi sesuai hasil operasi di lapangan,” kata Hery.
Hingga saat ini, proses pencarian dua korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di lokasi reruntuhan rumah Grand Polonia Medan.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













