MOROWALI, LINGKAR.NEWS – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jelita di Desa Sampeantaba, Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali, berhasil mencatatkan capaian positif melalui pengelolaan unit usaha ketahanan pangan berupa kolam ikan. Program yang didanai melalui alokasi 20 persen Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 ini kini telah memasuki siklus produksi kedua dengan omzet mencapai Rp66 juta pada siklus pertama.
Pendamping Desa, Anto Sanda Maraya, menjelaskan bahwa inisiatif awal program ini difokuskan pada budidaya ikan nila untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat. Namun, seiring berjalannya waktu, antusiasme warga yang tinggi untuk memancing di lokasi tersebut mendorong pengelola untuk melakukan inovasi dengan mengubah kolam budidaya menjadi kolam pemancingan komersial.
Ketua BUMDes Jelita Sampeantaba, Hardina, menyatakan bahwa keberhasilan usaha ini menjadi bukti potensi ekonomi desa yang menjanjikan. Meski demikian, ia mengakui bahwa operasional unit usaha tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan anggaran untuk pengembangan fasilitas lebih lanjut.
"Kami berharap usaha BUMDes ini dapat terus dikembangkan. Masih banyak aspek yang perlu dibenahi, namun kami terkendala kekurangan anggaran. Kami berharap tidak hanya pemerintah desa yang terlibat, tetapi juga pemerintah kabupaten dan pihak-pihak terkait lainnya dapat memberikan dukungan agar usaha ini lebih luas jangkauannya," ujar Hardina saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).
Pihak BUMDes berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan kolam pemancingan tersebut sebagai salah satu pilar ketahanan pangan sekaligus sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sampeantaba.
Penulis : Anto Sanda Maraya (Pendamping Desa) – Lokasi : (Desa Sampeantaba, Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali)












