JAYAPURA, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menargetkan sebanyak 188.659 anak berusia 0-7 tahun untuk mendapatkan imunisasi polio pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan digelar mulai 27 Mei 2024.
Sekretaris Dinkes Papua, Aaron Rumainum, menyatakan bahwa PIN Polio akan berlangsung selama empat bulan ke depan dan berharap semua elemen masyarakat ikut mensukseskan program imunisasi ini.
“Kami optimis 188.659 anak akan imunisasi karena ini merupakan hak dasar yang wajib didapatkan oleh setiap anak di Papua,” kata Aaron Rumainum di Jayapura, Jumat (24/5).
Aaron mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit polio telah ditemukan di tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) yakni Provinsi Papua Pegunungan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Selatan di Asmat, dan Provinsi Papua Tengah di Timika.
“Kami akan gencar mensosialisasikan PIN Polio kepada masyarakat sehingga tidak ada kasus polio di Provinsi Papua dan ini juga merupakan salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah,” ujarnya.
Secara rinci, jumlah sasaran dan alokasi PIN Polio 2024 terbanyak di Provinsi Papua adalah Kota Jayapura dengan 66.163 anak, disusul Kabupaten Jayapura dengan 34.800 anak, Biak Numfor sebanyak 24.932 anak, Kepulauan Yapen 21.574 anak, Keerom 12.597 anak, Sarmi 8.164 anak, Mamberamo Raya 7.654 anak, Waropen 7.510 anak, dan Supiori 5.265 anak.
“Kami berharap peran serta dari masyarakat, tokoh agama, perempuan, pemuda, dan semua pihak sehingga dapat meningkatkan cakupan polio,” tambah Aaron.
Sementara itu, Kepala UNICEF Perwakilan Papua, Aminuddin M. Ramdan, menekankan pentingnya imunisasi sebagai hak dasar anak dan menekankan perlunya peran serta keluarga, khususnya orang tua, serta lingkungan sekitar.
“Imunisasi ini penting untuk peningkatan cakupan imunisasi, terlebih jika melihat Kejadian Luar Biasa (KLB) sejumlah penyakit dalam beberapa tahun terakhir di Papua,” kata Aminuddin.
UNICEF, lanjut Aminuddin, memberikan pendampingan teknis kepada pemerintah daerah di Papua untuk memastikan kebijakan imunisasi berjalan secara maksimal. Hal ini termasuk memberikan dukungan dan pelatihan untuk petugas kesehatan di lapangan agar proses imunisasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. (Lingkar Network | Anta – Lingkar.news)