Lombok Tengah, Lingkar.news – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menekankan bahwa proses pemulihan atau rekonstruksi rumah adat di Desa Sade, Desa Rambitan, harus tetap memperhatikan kearifan lokal masyarakat Sasak pascakebakaran yang melanda kawasan tersebut.
“Proses pemulihan rumah adat Sade itu kami minta tetap memperhatikan keaslian bangunan, nilai sejarah dan kearifan lokal Sasak,” kata Ketua DPRD Lombok Tengah Lalu Ramdan usai sidang paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Lombok Tengah di kantor DPRD Lombok Tengah, Rabu (14/10/2026).
Lalu Ramdan menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa salah satu warisan budaya Sasak sekaligus destinasi wisata unggulan di NTB tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk mendukung proses pemulihan agar kondisi sosial serta ekonomi masyarakat setempat dapat segera kembali normal.
“Atas musibah tersebut, kami menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada masyarakat yang terdampak,” ucapnya.
“Sebab, rumah adat Sade bukan sekadar bangunan fisik, melainkan bagian dari identitas budaya dan warisan berharga yang harus kita jaga bersama untuk generasi mendatang,” katanya.
Menurutnya, musibah kebakaran ini harus menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan, upaya pencegahan bencana, serta pelestarian aset budaya di masa depan.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana telah meninjau proses rekonstruksi Desa Adat Sade pascakebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa pemulihan kawasan wisata budaya tersebut tetap mengutamakan kelestarian tradisi, keselamatan, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
“Pemulihan Desa Adat Sade tidak sebatas membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak, tetapi juga menghidupkan kembali seluruh ekosistem kehidupan masyarakat Sasak, mulai dari pelestarian tradisi dan nilai-nilai adat hingga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat setempat,” katanya.
“Prinsip kita jelas, yaitu membangun kembali Desa Adat Sade agar lebih aman dan lebih tangguh, tanpa kehilangan keaslian arsitektur serta nilai-nilai adat yang menjadi identitasnya,” ujarnya.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis











