JAKARTA, Lingkar.news – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah segera melakukan investigasi terkait tabrakan antara kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.
Hal tersebut disampaikan Presiden usai menjenguk para korban yang saat ini dirawat di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi.
“Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” kata Prabowo, dipantau dari tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan langkah investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden yang menimbulkan banyak korban jiwa dan luka-luka tersebut.
Baca juga: Update Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 14 Orang Meninggal, 84 Luka
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal dunia serta menginstruksikan agar seluruh korban luka mendapatkan perawatan optimal hingga pulih.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kita segera akan atasi,” ujarnya.
Prabowo memastikan para korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta memberikan dukungan moril kepada pasien dan keluarga yang terdampak.
Presiden juga menerima laporan langsung dari jajaran terkait mengenai perkembangan penanganan korban pascakejadian. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menangani insiden ini secara cepat, tepat, dan menyeluruh.
Presiden tiba di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid sekitar pukul 08.39 WIB dan langsung menuju poli bedah, kemudian ke ruang perawatan Bougenville. Ia juga sempat berinteraksi dengan sejumlah pasien korban kecelakaan.
Baca juga: KRL Ditabrak KA Argo Bromo di Bekasi Timur, Puluhan Korban Luka Dilarikan ke RS
Sebelumnya, terjadi kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.
Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













