KABUPATEN LEMBATA, LINGKAR.NEWS – Pendamping Desa Kabupaten Lembata melakukan monitoring intensif terhadap pembangunan Balai Posyandu di Desa Watokobu, Kecamatan Nubatukan, pada Rabu (22/7/2026). Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan proyek fisik senilai Rp81.609.990 yang bersumber dari Silpa Dana Desa (DD) Tahun 2025 tersebut berjalan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, dan jadwal yang telah ditetapkan.
Dalam peninjauan lapangan, tim pendamping desa menemukan bahwa progres fisik bangunan seluas 48 meter persegi tersebut telah mencapai 50 persen, sejalan dengan realisasi penyerapan anggaran yang juga berada di angka 50 persen. Guna memastikan fasilitas kesehatan ibu dan anak ini dapat segera difungsikan, pihak pendamping desa merekomendasikan pelaksana kegiatan untuk mempercepat pengerjaan dengan mengoptimalkan partisipasi serta swadaya masyarakat setempat.
Kehadiran infrastruktur kesehatan ini dinilai krusial bagi warga setempat. “Kehadiran Balai Posyandu di dusun kami sangat efektif untuk mendekatkan akses pelayanan sosial dasar, khususnya kesehatan ibu dan anak, gizi, serta penanganan stunting bagi masyarakat dusun kami,” ujar salah satu perwakilan warga saat ditemui di lokasi pembangunan.
Selain meninjau proyek fisik, tim pendamping desa juga melakukan evaluasi terhadap penyerapan Dana Desa tahap I tahun 2026. Berdasarkan pemeriksaan laporan keuangan bersama Bendahara dan Pemerintah Desa Watokobu, tercatat realisasi anggaran telah mencapai Rp141.814.000 atau sekitar 51 persen dari total rencana anggaran.
Terkait temuan tersebut, pemerintah desa didesak untuk segera merampungkan sisa kegiatan yang direncanakan pada tahap I. Langkah ini diperlukan sebagai syarat percepatan penyusunan dokumen pengajuan untuk pencairan Dana Desa tahap II agar roda pembangunan di desa tetap berjalan sesuai target.
Penulis : Dahlan Daud / Pendamping Desa – Lokasi : (Desa Watokobu, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata)












