KABUPATEN BELU, LINGKAR.NEWS – Sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola unit usaha ayam petelur di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mengeluhkan kondisi ekonomi yang semakin sulit akibat kenaikan harga pakan ternak yang dibarengi dengan penurunan harga jual telur di pasaran. Kondisi ketimpangan harga ini terjadi secara signifikan hingga Senin (20/7/2026), yang mengancam keberlangsungan operasional unit usaha desa tersebut.
Perwakilan pengelola BUMDes unit ayam petelur, Piter, menyatakan bahwa disparitas harga pakan dan telur telah menekan margin keuntungan secara drastis. Ia menyebutkan bahwa pakan merupakan komponen biaya operasional terbesar, sehingga fluktuasi harga yang tidak seimbang membuat banyak BUMDes kini berada di ambang kerugian.
“Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha ayam petelur. Saat harga pakan terus naik, tetapi harga telur justru turun, keuntungan yang diperoleh semakin kecil, bahkan ada BUMDes yang mulai mengalami kerugian,” ujar Piter saat dikonfirmasi mengenai kondisi lapangan di Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat.
Piter menjelaskan, usaha ayam petelur yang dikelola BUMDes memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), tetapi juga sebagai penyedia lapangan kerja bagi masyarakat lokal serta pilar ketahanan pangan di tingkat desa. Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret guna menjaga stabilitas harga pakan dan harga jual telur di tingkat peternak.
“Kami berharap ada solusi nyata agar usaha ayam petelur yang dikelola BUMDes tetap bertahan dan terus berkembang. Jika kondisi ini terus berlangsung, tentu akan berdampak pada keberlanjutan usaha dan pendapatan desa,” tambahnya.
Meski menghadapi tantangan ekonomi yang berat, para pengelola BUMDes di Kabupaten Belu menyatakan tetap berkomitmen untuk mempertahankan operasional usaha. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional di wilayah perbatasan.
Penulis : Kostan Ofir Kaseh / Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten – Lokasi : (Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu)












