SLEMAN, LINGKAR.NEWS – Siswa SD Negeri Kadisono, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, secara rutin menggelar kegiatan dolanan anak tradisional di Joglo Singodikoro setiap Kamis Pon. Aksi yang berlangsung sejak 3 Oktober 2024 ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya Jawa sekaligus mengalihkan ketergantungan anak-anak dari permainan digital atau gawai ke aktivitas fisik yang edukatif.
Berbagai permainan tradisional seperti Lurahan, Bas-basan, Dakon, Petak Umpet, hingga Gobak Sodor dimainkan dengan antusias oleh para siswa di salah satu joglo tertua di Kabupaten Sleman tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan nyata antara generasi muda dengan akar budaya mereka di tengah gempuran teknologi modern.
Pemilik Joglo Singodikoro, R. Chaerul Wardana, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya interaksi sosial anak-anak di luar ruangan. “Anak-anak sekarang lebih dekat dengan gawai daripada tanah lapang. Lewat dolanan tradisional, kami ingin mengembalikan keceriaan masa kecil sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya Jawa,” ujar Chaerul.
Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, SH, memberikan apresiasi penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga benda mati, tetapi harus melibatkan partisipasi aktif anak-anak. “Ketika mereka mengenal dan memainkan dolanan tradisional, sesungguhnya mereka sedang belajar memahami akar budayanya sendiri. Ini adalah langkah strategis dalam memperkuat identitas Margorejo sebagai Kalurahan Budaya,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo, SH, menambahkan bahwa dolanan anak merupakan investasi karakter yang sangat penting bagi generasi mendatang. Ia menekankan bahwa budaya harus dialami dan dirasakan langsung agar tidak sekadar menjadi catatan sejarah dalam buku.
Para pemangku kebijakan di Margorejo berharap kegiatan ini dapat berkembang menjadi gerakan kolektif yang melibatkan keluarga dan masyarakat luas. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk peran media dalam mempublikasikan kegiatan ini, dinilai krusial agar dolanan tradisional tetap relevan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam upaya nguri-uri budaya di tengah modernisasi.
Penulis : Puji Supriyanto / Pendamping Lokal Desa – Lokasi : (Desa Margorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman)












