SEMARANG, Lingkar.news – Massa pendukung Bupati Pati nonaktif Sudewo sempat terlibat ketegangan dengan aparat kepolisian di luar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ketegangan itu dipicu permintaan massa agar disediakan proyektor untuk menyaksikan sidang putusan dari luar gedung pengadilan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Suratmo ketika massa menunggu jalannya persidangan. Situasi yang semula diwarnai aksi menunggu sidang berubah tegang karena fasilitas untuk menyaksikan siaran langsung persidangan belum tersedia.
Untuk mengantisipasi situasi semakin tidak kondusif, aparat kepolisian memperketat pengamanan di sekitar lokasi. Ketegangan akhirnya mereda setelah petugas menyediakan proyektor sehingga massa dapat menyaksikan jalannya persidangan dari luar gedung Pengadilan Tipikor Semarang.
Sidang putusan Sudewo berkaitan dengan perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) serta dugaan suap dalam pengisian jabatan perangkat desa yang menjerat Bupati Pati nonaktif tersebut.
Baca juga: Kawal Sidang Vonis Sudewo, Massa Pati Ora Sepele Gelar Ruwatan di Alun-Alun Pati
Sementara itu, organisasi Pati Ora Sepele (POS) memilih mengawal sidang putusan Sudewo dari Kabupaten Pati. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, massa POS menggelar ruwatan di Alun-Alun Simpang Lima Pati tanpa datang langsung ke Semarang.
Keputusan tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi gesekan antarkelompok masyarakat selama persidangan. Juru bicara POS, Saiful Huda, menegaskan bahwa pilihan untuk tidak hadir di Pengadilan Tipikor Semarang bukan karena pihaknya takut.
“Kami di sini hadir dalam rangka mengawal putusan akhir proses hukum terduga atau terdakwa Bupati nonaktif Sudewo. Kenapa POS yang beberapa kali terakhir hadir ke Semarang, dan putusan akhir ini tidak hadir ke Tipikor Semarang bukan berarti kami tidak berani,” ujar Saiful Huda.
Ia mengatakan, kehadiran sejumlah kelompok masyarakat di lokasi yang sama saat sidang putusan berpotensi memicu gesekan. Karena itu, POS memilih menggelar kegiatan di Pati untuk menghindari kemungkinan tersebut.
(Syahril Muadz/Lingkar.news)











