JEPARA, Lingkar.news – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Haizul Ma’arif (Gus Haiz), mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melakukan upaya jangka panjang untuk penanganan kekeringan di Kabupaten Jepara.
Tercatat pada musim kemarau tahun 2024 terdapat 2032 KK atau 5966 jiwa masyarakat Jepara yang terdampak kekeringan sehingga menurut Gus Haiz penanganan kekeringan bukan sekadar bantuan air bersih yang sifatnya sementara.
“Bantuan air ini ‘kan hanya untuk sesaat saja dalam kondisi emergency (darurat), tapi jangka panjangnya harus disusun oleh pemerintah,” ungkap anggota DPRD Jepara dari fraksi PPP ini.
Gus Haiz mengatakan salah satu upaya jangka panjang yang dapat dilakukan untuk menangani kekeringan di Jepara adalah melalui penghijauan. Menurutnya, penghijauan di Kabupaten Jepara harus terus digenjot dan dievaluasi, baik di desa maupun di wilayah kota terutama di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan.
“Penghijauan memang harus segera dilakukan, dan ini tentunya diperlukan kerja sama semua pihak untuk menyukseskan program tersebut baik dari masyarakat maupun pemerintah. Kalau lebih masif lagi adalah pembentukan bendungan atau embung. Ini saya kira sudah diperlukan untuk Jepara,” tuturnya.
Disamping itu, kata Gus Haiz, pengelolaan sumur bor yang sudah ada di desa-desa juga harus dikelola dengan maksimal agar kebutuhan air di musim kemarau dapat terpenuhi dengan baik.
Ia pun meminta kepada pemerintah desa yang wilayahnya menjadi langganan kekeringan setiap tahunnya untuk mengajukan proposal pembuatan sumur bor.
“Pihak desa harus aktif juga, kalau memang daerahnya mengalami langganan kekeringan setiap tahun, saya mohon proposal-proposal yang disampaikan kepada pemerintah bukan hanya soal jalan saja, tapi juga masalah air yang merupakan elemen inti,” terangnya. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Lingkar.news)