TANGERANG SELATAN, Lingkar.news – Wali Kota Tengerang Selatan Benyamin Davnie berharap kerja sama pengelolaan sampah di Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bisa berlanjut.
“Saya sangat berharap kerja sama Pemprov Banten untuk pengolahan sampah di Nambo bisa kita lanjutkan,” ujarnya, Jumat, 22 Agustus 2025.
Benyamin juga akan membuka peluang kerja sama dengan Pemkab Bogor untuk pengelolaan sampah itu.
Menurutnya, pembahasan terkait dengan pengelolaan sampah di TPPAS Bogor sudah diketahui langsung Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Dia menjelaskan sampah di TPPAS Lulut Nambo dikelola pihak ketiga dengan menerapkan sistem refuse derived fuel (RDF) yang mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi pabrik Semen Cibinong.
“Aksesnya pun mudah, hanya 4 kilometer keluar dari pintu tol. Jadi enggak melewati rumah penduduk,” ungkapnya.
Darurat Sampah! Mapala Banten Kibarkan Bendera di TPA Bangkonol
Lahan TPPAS Lulut Nambo diperhitungkan mampu menampung 2.300 ton sampah.
Oleh karena itu, dia mengharapkan komunikasi intensif antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemprov Banten terjalin sehingga realisasi kerja sama pembuangan sampah antara Kota Tangsel dan Kabupaten Bogor bisa cepat terealisasi.
“Makanya saya buka kembali memang pembukaan pembicaraan dengan Pemda Jawa Barat ini jauh sebelum dengan Pandeglang kita finalkan,” ucapnya.
Sementara itu Menteri Lingkungan Hanif juga mendesak TPPAS Lulut Nambo segera dioperasikan. Lahan tersebut sudah 10 tahun tidak digunakan.
“Lulut Nambo ini tentu diperlukan langkah-langkah operasional yang cepat dari pemprov, karena memang ini pemerintahan baru. Kami harapkan segera dilakukan percepatan, di antaranya mengoperasionalkan teknologi RDF,” tuturnya.
Jurnalis: Rara
Editor: Ulfa Puspa












