TANGERANG, Lingkar.news – Wilayah Kota Tangerang dilanda banjir akibat hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Jabodetabek dan longsor di wilayah hulu (Bogor) sejak Senin, 7 Juli 2025 malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memastikan sebagian besa masyarakat sudah dievakuasi sejak Senin malam.
“Sudah banyak yang kita lakukan evakuasi sejak tadi malam hingga pagi ini,” kata Plt Kepala BPBD Kota Tangerang Banten Mahdiar, Selasa, 7 Juli 2025.
BPBD juga berkoordinasi dengan apparat kelurahan dan kecamatan dalam memberikan imbauan kepada warga yang ingin dievakuasi agar segera menghubungi petugas.
Petugas gabungan sudah siaga di beberapa lokasi banjir untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga.
“Prioritas kita adalah keamanan dan keselamatan bagi warga,” ujarnya.
Sementara itu beberapa ruas jalan yang tak bisa dilalui kendaraan seperti sepeda motor, pihaknya sudah menyiapkan kendaraan untuk menyeberang agar warga tetap bisa aktivitas.
“Dishub juga membantu dalam rekayasa lalu lintas bersama kepolisian. Karena beberapa titik jalan utama tergenang banjir,” ujarnya.
Lokasi terdampak banjir
Adapun lokasi yang terdampak banjir antara lain Kelurahan Cipondoh di Jalan Gang Semar RT.003/02, Kelurahan Petir di Jalan KH. Ahmad Dahlan RW.07, Kampung Candulan di RT.002/06 dengan terdampak 70 Kepala Keluarga (KK), Kelurahan Poris Gaga Batuceper yakni di Jalan Poris Paradise Eksklusif dan Perum Taman Poris Gaga.
Selain itu Perum Pinang Griya Permai, Komplek Karang Tengah Permai, Jalan Husein Sastra Negara, Kelurahan Uwung Jaya di RW.16, Jembatan Alamanda, Perum Garden City dan Perum Taman Cibodas.
Sedangkan posko pengungsi yang disediakan antara lain di Aula Kelurahan Kunciran Indah, Kantor Kecamatn Pinang, Pos Damkar Pinang, Jagal Sapi Petir, Mushala Al Maarif Petir dan Masjid Jami Nurul Yaqin.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang bersama PMI juga mendirikan tujuh posko banjir yang dilengkapi dengan tenaga medis, obat-obatan, serta ambulans siaga, untuk keperluan evakuasi warga lanjut usia, anak-anak, maupun warga yang sakit.
Kepala Dinkes Kota Tangerang Dinni Anggraeni mengatakan seluruh petugas medis di wilayah telah siaga memberikan pemeriksaan kepada warga maupun petugas.
Pihaknya juga menyediakan berbagai keperluan lain, termasuk penanganan gawat darurat bagi warga lansia dan balita yang butuh penanganan khusus.
“Kami juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan distribusi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh warga di tengah kondisi cuaca ekstrem,” ujarnya.
Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah menambahkan pihaknya telah menerjunkan personel Satgana untuk melakukan asesmen, evakuasi, dan distribusi bantuan logistik berupa 30 sarung dan sembilan lembar selimut di Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang.
Selain itu distribusi makanan siap santap dari Golden Tulip Essential sebanyak 150 kotak diberikan kepada pengungsi di Masjid Ma’arif, Kelurahan Gondrong, dan 50 kotak untuk pengungsi di Posyandu Mawar, Gang Sadar, Kelurahan Cipondoh.
“PMI Kota Tangerang mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat selama masa tanggap darurat bencana banjir ini dengan memaksimalkan tim posko dan tim Satgana,” ungkap Oman
Tanggap darurat bencana banjir PMI Kota Tangerang masih terus diupayakan selama beberapa hari ke depan, menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
“Kami berupaya untuk melakukan tanggap darurat bencana merespons kondisi saat ini dan beberapa hari ke depan yang diperkirakan masih akan turun hujan,” katanya.
Sementara itu Dinas Sosial (Dinsos) bekerja sama dengan pihak kelurahan dan kecamatan telah menyiapkan dapur umum untuk memasak makanan siap saji, serta mendistribusikan paket bantuan kepada warga terdampak.
“Bantuan ini diutamakan untuk warga yang aksesnya terhambat genangan dan belum sempat keluar rumah untuk beraktivitas,” ujar Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani.
Jurnalis: Ant/Ceppy Bachtiar
Editor: Ulfa Puspa












