• Top News
  • Kabar Desa
  • Peta Situs
  • Pedoman Media Siber
  • Citizen Jurnalisme
  • Redaksi
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
  • Register
LINGKAR.news
No Result
View All Result
  • Home
  • Hukum
  • Metropolitan
  • Politik
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Jawa Barat
    • Banten
    • Yogyakarta
    • Papua
    • Maluku
    • Sulawesi Tengah
    • Nusa Tenggara Barat
  • Kabar Desa
  • Lainnya
    • Artikel
    • Bisnis
    • Budaya
    • Dunia
    • Finansial
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Pesona
    • Resep
    • Tekno
    • Wisata
LINGKAR.news
  • Home
  • Hukum
  • Metropolitan
  • Politik
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Jawa Barat
    • Banten
    • Yogyakarta
    • Papua
    • Maluku
    • Sulawesi Tengah
    • Nusa Tenggara Barat
  • Kabar Desa
  • Lainnya
    • Artikel
    • Bisnis
    • Budaya
    • Dunia
    • Finansial
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Pesona
    • Resep
    • Tekno
    • Wisata
No Result
View All Result
LINGKAR.news

Beranda | Opini

Pelukan Kemerdekaan di Pintu Kepulangan

by Redaksi
16-Agu-2025 16:16
in Opini
Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding
memberikan keterangan pers setelah
meninjau langsung proses chek kesehatan
gratis untuk PMIB (Lokasi: Shelter BP3МІ
Jakarta)

Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding memberikan keterangan pers setelah meninjau langsung proses chek kesehatan gratis untuk PMIB (Lokasi: Shelter BP3МІ Jakarta)

2.9k
VIEWS
WhatsappFacebookTwitter


Di bawah program prioritas Presiden Prabowo, 264 pekerja migran dari Malaysia mendapatkan layanan kesehatan gratis, perlindungan, dan kepastian masa depan anak-anak mereka.

Tanggal 14 Agustus 2025 menjadi hari yang tak akan dilupakan oleh 264 jiwa yang menapakkan kaki di tanah air setelah bertahun-tahun terpisah dari keluarga. Mereka adalah Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) yang dipulangkan dari Malaysia akibat kebijakan repatriasi. Di mata sebagian orang, ini hanyalah arus kepulangan pekerja migran. Namun bagi mereka, ini adalah titik balik kehidupan—sebuah akhir dari luka panjang dan awal dari lembaran baru yang diwarnai harapan.

Mereka datang dengan berbagai cerita getir: 20 anak-anak yang kehilangan masa bermainnya, 101 perempuan yang sebagian pernah merasakan beban kerja tanpa batas, dan ratusan lainnya yang menanggung penat di tubuh dan hati. Ada yang pulang dengan koper usang, ada yang hanya membawa tas plastik. Tidak sedikit yang membawa luka yang tak kasat mata—trauma akibat kekerasan, gaji yang tak pernah dibayar hingga sebelas tahun, dan perlakuan yang jauh dari kata manusiawi.

Ketibaan 140 PMI deportasi di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.

BP3MI Kaltara Fasilitasi Pemulangan 140 Pekerja Migran Indonesia Deportasi dari Malaysia

17 Oktober 2026
Ketibaan jenazah PMI dan proses persiapan pengantaran ke rumah duka.

BP3MI NTT Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI Asal TTS yang Meninggal di Malaysia

17 Oktober 2026

Pemerintah Hadir, Bukan Sekadar Menjemput

Bagi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), ini bukan sekadar proses penjemputan, melainkan tindakan nyata melindungi warganya sebagaimana amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Setibanya di tanah air, para PMIB tidak langsung dipulangkan ke rumah masing-masing. Mereka ditampung sementara di shelter dan rumah aman milik pemerintah. Di sana, proses cek kesehatan fisik dan mental dilakukan secara gratis—sebuah program prioritas Presiden Prabowo yang kini juga menyentuh pekerja migran. Pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya memastikan tubuh mereka siap, tetapi juga membantu memulihkan luka batin akibat pengalaman pahit di negeri orang.

Pelukan Kemerdekaan di Pintu Kepulangan
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding saat mendengarkan kisah pilu PMI Ilegal saat bekerja di Malaysia (Lokasi: Shelter BP3MI Jakarta)

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, hadir langsung di shelter BP3MI Jakarta. Dengan tatapan penuh empati, beliau menyalami satu per satu PMIB, mendengar kisah mereka, bahkan ikut terdiam saat seorang ibu menceritakan 11 tahun hidupnya tanpa digaji, hanya diberi makan untuk bertahan hidup. “Saya ingin memastikan setiap pekerja migran yang kembali ke tanah air mendapat pelayanan terbaik. Bukan hanya tubuhnya yang sehat, tapi juga hatinya yang pulih,” ujar Karding, suaranya tegas namun sarat emosi.

Kisah di Balik Kepulangan

Dari ratusan cerita yang dibawa pulang, ada satu yang mengguncang hati: seorang bapak paruh baya yang matanya berkaca-kaca saat menceritakan bagaimana ia bekerja tanpa henti dari pagi hingga larut malam, tidur di lantai gudang, tanpa satu pun upah yang dibayarkan. Ada pula seorang ibu yang membawa anaknya pulang, lahir dan besar di negeri asing tanpa pernah mengenal kampung halaman—hari itu, untuk pertama kalinya sang anak menginjak tanah airnya sendiri. Kisah-kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik angka 264 orang, ada ribuan hari penuh keringat, air mata, dan rindu yang tertahan.

Pelukan Kemerdekaan di Pintu Kepulangan
Seluruh PMIB yang tiba di Bandara Internasional Lombok langsung dilakukan pendataan oleh petugas KP2MI untuk
selanjutnya diantar sampai ke rumah (Lokasi: Lounge PMI Bandara Internasional Lombok, NTB)

Perintah Presiden: Layani Sampai ke Rumah

Menteri Karding memastikan bahwa setiap PMI akan diantarkan hingga ke rumah masing-masing. Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar proses pemulangan berjalan lancar. Bus-bus disiapkan, biaya transportasi ditanggung, dan komunikasi dengan keluarga difasilitasi. “Ini adalah perintah langsung dari Presiden. Tidak boleh ada satu pun warga negara kita yang dibiarkan pulang tanpa perlindungan. Mereka berhak mendapatkan layanan terbaik, apa pun statusnya,” tegas Karding.

Layanan ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga restorasi martabat. Mereka kembali sebagai warga negara yang setara, bukan sebagai “pekerja ilegal” yang dicap negatif.

Pesan Keras: Jangan Lagi Berangkat Ilegal

Di hadapan para PMIB, Karding menyampaikan pesan yang menggema kepada pekerja migran: “Tolong sampaikan kepada keluarga dan kerabat, jangan lagi berangkat secara ilegal. Risikonya terlalu besar. Kalau ada niat kuat bekerja di luar negeri, pemerintah siap memfasilitasi secara resmi, aman, dan bermartabat.”

Pemerintah berharap pesan ini menjadi tameng untuk mencegah kisah pilu serupa terulang. Jalan resmi selalu ada—mulai dari pelatihan keterampilan, pembekalan bahasa, hingga penempatan yang terlindungi oleh hukum.

Kemerdekaan yang Mereka Rasakan

Hari kemerdekaan bagi sebagian orang adalah pesta rakyat, lomba panjat pinang, atau karnaval bendera. Namun, bagi 264 jiwa ini, kemerdekaan adalah bisa tidur di rumah sendiri tanpa rasa takut, bisa makan tanpa dihitung-hitung, dan bisa memandang langit Indonesia tanpa khawatir dikejar aparat imigrasi.

Di shelter, saat lagu “Indonesia Raya” diputar, beberapa dari mereka berdiri dengan tubuh gemetar, tangan di dada, air mata tak terbendung. Mereka mungkin tak ikut merebut kemerdekaan pada 1945, tetapi mereka baru saja merebut kembali hak-hak mereka sebagai manusia di tahun 2025 ini.

Tanggung Jawab yang Tak Pernah Usai

Kisah kepulangan ini adalah bagian dari kerja panjang BP2MI. Masih banyak pekerja migran di luar sana yang membutuhkan uluran tangan negara. Karding menegaskan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, perlindungan pekerja migran menjadi prioritas nasional—bukan hanya bagi mereka yang berangkat resmi, tetapi juga bagi yang terjebak dalam status undocumented.

Program cek kesehatan gratis bagi PMI, bantuan hukum, layanan psikolog, hingga fasilitasi pendidikan bagi anak-anak pekerja migran, menjadi langkah nyata agar perlindungan ini menyentuh semua lapisan. “Anak-anak pekerja migran akan kita dorong masuk sekolah rakyat, agar mereka tidak menjadi korban lingkaran kemiskinan. Pendidikan adalah kemerdekaan yang sesungguhnya,” kata Karding menutup sambutannya.

Merah Putih yang Menyambut

Matahari sore mulai condong ke barat ketika bus-bus yang membawa para PMI meninggalkan shelter. Di setiap jendela, ada wajah yang menatap keluar—mencari-cari kampung halaman, menanti pelukan keluarga. Bendera Merah Putih berkibar di jalan-jalan yang akan mereka lewati.

Di momen ini, kemerdekaan terasa lebih nyata. Tidak lagi sekadar seremonial di lapangan, tapi hidup di hati mereka yang baru saja kembali dari perantauan, membawa luka dan harapan baru. Hari itu, Indonesia bukan hanya merayakan kemerdekaan dari penjajah, tetapi juga kemerdekaan warganya dari belenggu penindasan di negeri orang. Dan pemerintah, melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, telah membuktikan bahwa Merah Putih akan selalu hadir untuk melindungi setiap anak bangsa—di mana pun mereka berada, apa pun kondisinya.

Penulis: Dr. M. Fachri Labalado, SSTP, M.Si
Wakil Sekretaris Jenderal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS)

@lingkardotnews yang mau kabur aja dulu, mending pikir ulang karena pemerintah melarang WNI bekerja di thailand kamboja dan myanmar karena rawan TPPO #kaburajadulu #kerjaluarnegeri #fyp #fikirulang ♬ suara asli – lingkar.news
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari LINGKAR.NEWS
Tags: Opinipekerja migran
Previous Post

DPR Usul Kenaikan Tunjangan Veteran Pejuang Kemerdekaan

Next Post

Bupati Pati Sakit, Roda Pemerintahan Sementara Dijalankan Wabup

Kategori Terkait

Analis Ngasiman Djoyonegoro menilai Kapolri baru Suyudi Ario Seto mampu melanjutkan transformasi Polri dengan memperkuat fondasi dan pelayanan publik.
Opini

Analis Meyakini Kapolri Baru Mampu Melanjutkan Transformasi Polri Berkesinambungan

by Basuki Rahardjo
1 Oktober 2026

Analis Ngasiman Djoyonegoro menilai Kapolri baru Suyudi Ario Seto mampu melanjutkan transformasi Polri dengan memperkuat fondasi dan pelayanan publik.

Read moreDetails
Opini Komaruddin Hidayat membahas fenomena Algo Sapiens, saat manusia modern perlahan dikendalikan algoritma, kecerdasan buatan, dan ancaman otonomi pikiran.

Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

30 September 2026
Opini Dr. Teguh Santosa mengupas runtuhnya otoritas kepakaran akibat algoritma media sosial dan tantangan jurnalisme di tengah arus disinformasi.

The Death of Expertise

7 September 2026
Opini Teguh Santosa mengulas makna Revolusi Raja dan Rakyat Maroko 20 Agustus serta kaitannya dengan sejarah diplomasi dan persahabatan Indonesia-Maroko.

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

20 Agustus 2026
Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing global.

Tantangan dan Kebijakan SDM Indonesia dalam Mempersiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global

18 Agustus 2026
Load More

Berita Pilihan

Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB menggantikan Suharyanto di tengah kasus korupsi yang diusut KPK.
Nasional

Prabowo Copot Suharyanto, Lantik Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB

by Basuki Rahardjo
15 Oktober 2026

Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB menggantikan Suharyanto di tengah kasus korupsi...

KPK menahan lima tersangka dugaan korupsi Dana Siap Pakai kebencanaan, salah satunya Bima Setyawan, adik Kepala BNPB Suharyanto.

KPK Tahan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai Bencana, Termasuk Adik Kepala BNPB Suharyanto

14 Oktober 2026
Gedung BNPB

OTT ke-22 KPK Sasar BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oktober 2026
BGN menutup permanen dua SPPG di Kota Semarang dan Kabupaten Batang, layanan 4.965 penerima manfaat MBG dialihkan ke SPPG terdekat.

BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jateng, Layanan MBG 4.965 Penerima Dialihkan

13 Oktober 2026
Tampak IPAL SPPG Kendal yang bermasalah. Ditemukan kala Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari melakukan sidak, Senin (12/10/2026). (Elza Nur / Lingkar.news)

Ditemukan IPAL SPPG Bermasalah di Kendal, Begini Kondisinya

12 Oktober 2026

Trending Hari Ini

  • SMPN 2 Sulang melantik 30 Agen Kece dan menggelar deklarasi antiperundungan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

    Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman, SMPN 2 Sulang Lantik 30 Agen Kece dan Deklarasi Antiperundungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peringati HUT ke-25 Partai, DPC Demokrat Blora Gelar Aksi Donor Darah untuk Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resep Garang Asem Ayam Tanpa Santan, Makanan Tradisional Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Nonton Video Viral Lewat Yandex Browser Jepang atau Yandex Ru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamat: Polisi Bisa Segera Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras dengan 2 Langkah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Instagram Youtube TikTok
LINGKAR.news

Lingkar News adalah web resmi dari Lingkar Media Group Network Meliputi Lingkar TV Lingkar Jateng, Lingkar Jatim, Lingkar Jogja dan Lingkar Jabar

Media Network Kami :

  • Berita Jateng Hari Ini
  • Berita Jabar Hari Ini
  • Berita Jatim Hari Ini
  • Berita Jogja Hari Ini
  • Papua
  • Berita Banten Hari Ini
  • Tentang Kami
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Developer

© 2022 Lingkar News Mendalam dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Home
  • Hukum
  • Metropolitan
  • Politik
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Jawa Barat
    • Banten
    • Yogyakarta
    • Papua
    • Maluku
    • Sulawesi Tengah
    • Nusa Tenggara Barat
  • Kabar Desa
  • Lainnya
    • Artikel
    • Bisnis
    • Budaya
    • Dunia
    • Finansial
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Pesona
    • Resep
    • Tekno
    • Wisata

© 2022 Lingkar News Mendalam dan Terpercaya