GRESIK, Lingkar.news – Pemkab Gresik memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi 25 pelaku kuliner untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalisme dalam menjalankan usaha. Program ini diharapkan dapat memperkuat daya saing usaha kuliner sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi BNSP Sub Sektor Kuliner Skema Okupasi Cook tersebut diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik pada 27–29 Oktober 2026 di Hotel Horison Gresik. Sebanyak 25 peserta terpilih mengikuti program setelah melalui proses seleksi.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik, Nuri Mardiana, saat membuka kegiatan menyampaikan pesan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani agar peserta memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi.
Menurut Nuri, keterampilan mengolah makanan perlu diimbangi dengan penguasaan standar keamanan pangan, kebersihan, efisiensi kerja, dan pelayanan kepada pelanggan.
“Rasa yang enak saja tidak cukup. Pelaku industri kuliner juga dituntut menguasai standar keamanan pangan, higienitas, efisiensi kerja, hingga pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sertifikat kompetensi menjadi pengakuan atas kemampuan seseorang berdasarkan standar nasional. Bekal tersebut dapat mendukung tenaga kerja memasuki industri formal maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis kuliner secara mandiri.
Pemkab Gresik Komitmen Tingkatkan Kualitas Usaha dan Identitas Kuliner

Nuri juga menyampaikan pesan Bupati agar peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas usaha sekaligus menjaga identitas kuliner khas Gresik. Perpaduan keahlian modern dan cita rasa lokal diharapkan membuat produk kuliner daerah mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali, mengatakan pelatihan dan sertifikasi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Harapan kami, sertifikasi ini bermanfaat bagi peserta dan mampu meningkatkan nilai usaha yang sudah dijalankan. Karena itu, kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan sampai selesai dan menjalani uji kompetensi dengan baik,” ujarnya.
Salah satu peserta, Elia (48), pelaku UMKM olahan ikan bandeng asal Ujungpangkah, mengaku bersyukur terpilih mengikuti program tersebut setelah melalui seleksi dari lebih dari 50 pendaftar.
“Alhamdulillah, lebih dari 50 orang yang mendaftar, saya terpilih menjadi salah satu dari 25 peserta. Harapannya, saya bisa mendapatkan ilmu untuk mengembangkan usaha dan memperoleh sertifikasi BNSP,” ungkap Elia.
Pelatihan menghadirkan Muchammad Chilmi sebagai pemateri dan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Ricke Mayumi, yang memberikan materi mengenai dukungan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Peserta mengikuti pembelajaran teori dan praktik selama dua hari, kemudian menjalani uji kompetensi pada hari ketiga melalui ujian tertulis serta ujian lisan dan/atau praktik.
Melalui fasilitasi tersebut, Pemkab Gresik berharap semakin banyak pelaku kuliner memiliki kompetensi terstandar sehingga mampu meningkatkan kualitas produk, mengembangkan usaha, dan memperkuat daya saing kuliner daerah.
Penulis: HMS
Editor: Redaksi











