Lombok Barat, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan lahan seluas 8,6 hektare untuk pembangunan sekolah rakyat terintegrasi yang dirancang mampu menampung 2.000 siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha berharap pembangunan sekolah rakyat yang berlokasi di Kecamatan Kuripan tersebut bisa menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan.
“Kami terus berkoordinasi dengan Menteri Sosial dan berupaya keras agar sekolah rakyat segera terealisasi di Lombok Barat,” ujar dia saat menghadiri open house Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 di Lombok Barat, NTB, Sabtu.
Adha memaparkan daerahnya saat ini masih menghadapi persoalan kemiskinan dan angka putus sekolah yang terbilang tinggi. Berdasarkan data dari pemerintah pusat, imbuh dia, jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Lombok Barat mencapai sekitar 7.000 orang.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Lombok Barat baru menemukan sekitar 1.500 anak tidak sekolah melalui pendataan yang dilakukan di daerah tersebut. Mereka putus sekolah pada jenjang sekolah menengah pertama atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas.
Upaya Memutus Rantai Kemiskinan
Adha menegaskan pendidikan menjadi salah satu upaya penting yang pemerintah hadirkan untuk memutus rantai kemiskinan yang kerap diwariskan dari orang tua kepada anak.
“Kalau anak mendapatkan pendidikan yang baik, kemudian jenjang pendidikan yang naik ke atas pasti lepas dari kemiskinan,” ucapnya.
Lebih lanjut Adha menyampaikan rencana pembangunan sekolah rakyat di Kecamatan Kuripan tersebut masih terkendala penyelesaian administrasi status lahan lantaran areal itu masuk dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Ia berharap proses administrasi perubahan status LP2B tersebut dapat segera diselesaikan, sehingga rencana pembangunan sekolah rakyat di Lombok Barat bisa terealisasi pada tahun 2027.
“Tanah itu harus keluar dari LP2B. Kalau sudah selesai proses administrasi, Insya Allah mudah-mudahan kami jemput ke pusat dan mudah-mudahan 2027 sudah terlihat,” kata Adha.
Kepala SRMP 18 Lombok Barat Satria Irwandi mengapresiasi dukungan pemerintah daerah setempat yang berambisi membangun sekolah rakyat di Kecamatan Kuripan.
Ketika sekolah rakyat tersebut rampung dibangun, maka SRMP 18 Lombok Barat yang saat ini berstatus sebagai sekolah rintisan akan pindah ke sana dan tidak lagi menempati bangunan Sentra Paramita Mataram yang merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Sosial.
“Saat bangunan sekolah rakyat di Kuripan rampung, kami pindah. Sentra Paramita kembali ke fungsi awal sebagai pusat pelayanan rehabilitasi dan perlindungan sosial kelompok rentan,” pungkas Satria.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis












