BLORA, Lingkar.news – Bupati Blora Arief Rohman menjenguk sembilan siswa SMA Negeri 1 Tunjungan yang masih menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kunjungan dilakukan di RSUD dr. R. Soetijono Blora dan Klinik Citra Mulia Tunjungan, Kamis (10/9/2026). bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora dan Ketua BAZNAS Blora.
“Tadi kami mengunjungi RSUD Blora. Di sana masih terdapat sekitar tujuh siswa SMA Negeri 1 Tunjungan yang sedang menjalani proses perawatan. Sementara itu, terdapat dua siswa yang dirawat di Klinik Citra Mulia. Jadi, total ada sembilan siswa yang kami kunjungi,” ungkap Arief.
Pemkab Blora telah mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber masalah untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menyebabkan keracunan. Sampel makanan tersebut sudah kami kirim ke laboratorium di Semarang untuk diuji lebih lanjut. Besok, rencananya tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat juga akan turun langsung ke Blora,” terangnya.
Baca juga: 216 Orang Diduga Keracunan MBG di Blora, Termasuk Ibu Menyusui dan Balita
Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi tim pusat, operasional SPPG tersebut dihentikan sementara.
“Kami telah merekomendasikan agar operasional SPPG tersebut ditutup. Penutupan sementara sudah dilakukan sejak hari Rabu kemarin,” tegas Arief.
Arief menilai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh penyelenggara program gizi di Kabupaten Blora, terutama dalam memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
“Kejadian ini harus menjadi perhatian bagi SPPG lainnya agar selalu menjaga kualitas, mutu, dan keamanan pangan secara ketat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pesannya.
Sebelum meninggalkan fasilitas kesehatan, Arief mendoakan para siswa yang masih menjalani perawatan agar segera pulih dan dapat kembali mengikuti kegiatan belajar.
“Semoga para siswa yang masih menjalani perawatan segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala,” pungkasnya.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki












