BANTUL, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Kalurahan Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rejo Mukti pada Minggu (31/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kalurahan Argorejo ini meninjau progres program ketahanan pangan berupa penggemukan sapi dengan anggaran sebesar Rp310 juta yang kini telah mencapai realisasi 90 persen.
Lurah Argorejo, Ngadimin, SH, menegaskan bahwa penggunaan dana ketahanan pangan harus dilakukan secara tepat sasaran agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan para petani.
Ia berharap program ini dapat terus dikawal hingga masa panen tiba demi memastikan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan Badan Usaha Milik Desa yang dikelola dengan benar akan mendatangkan PAD ke Kalurahan Argorejo dan peningkatan kesejahteraan pemanfaat maupun pengelola," ujar Ngadimin dalam arahannya.
Dalam monev tersebut, pihak pengelola BUMDes Rejo Mukti telah menyusun seluruh dokumen administrasi pendukung, mulai dari survei harga, proses pengadaan, hingga negosiasi harga secara sistematis.
Menanggapi hal tersebut, Carik Argorejo, Andri Yunianta, menekankan pentingnya ketelitian dalam pengelolaan keuangan. Ia meminta agar setiap transaksi sekecil apa pun dicatat dan didokumentasikan dengan rapi.
Andri juga mengimbau pengelola Bumdes untuk tidak ragu berkomunikasi dengan Pemerintah Kalurahan, pengawas, maupun pendamping desa jika menemui kendala di lapangan. Koordinasi yang intensif dinilai krusial untuk meminimalisir hambatan dalam pelaksanaan program ketahanan pangan tersebut.
Penulis : Kardiyono / Pendamping Desa – Lokasi : (Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul)












