Bandung, Lingkar.news – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajak seluruh partai politik (parpol) untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah provinsi dalam upaya mengawal agenda pembangunan di Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Partai Demokrat Jawa Barat di Kota Bandung, Selasa (25/08/2026).
Dedi menekankan bahwa sinergi sangat diperlukan, terutama dengan partai politik yang memiliki keterwakilan di DPRD Jawa Barat agar komunikasi antarlembaga tetap berjalan harmonis.
Harapan bisa bersama menuntaskan konsepsi dan teknokrasi pembangunan di Jawa Barat. Selama ini komunikasi dengan pimpinan partai, DPD, fraksi, dan kami juga melihat dinamika di DPRD juga baik, ujar Dedi.
Dalam Musda tersebut, Anton Sukartono Suratto ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat periode 2026–2031 setelah menjadi calon tunggal dengan dukungan 27 dewan pimpinan cabang (DPC).
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musda dilakukan lebih cepat dari jadwal semula demi penataan organisasi.
Musda ke-VI Partai Demokrat Jawa Barat ini melalui Musdalub, karena kepengurusan baru 4 tahun 4 bulan. Tapi penyelenggaraan Musda berdasarkan AD/ART, kewenangannya berada di Ketua Umum, tutur Herman.
Herman menegaskan bahwa perubahan jadwal ini merupakan kewenangan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.
Sampai batas pendaftaran hanya ada satu calon yang dapat dukungan 27 DPC serta satu organisasi sayap. Karena hanya calon tunggal, pelaksanaan musda berjalan lebih cepat dan Anton ditetapkan secara aklamasi untuk selanjutnya diusulkan ke ketua umum, tambahnya.
Sebagai langkah strategis, ia menginstruksikan kader Partai Demokrat agar lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menyerap aspirasi di lapangan.
Masyarakat Jawa Barat itu memilih dengan hati. Jadi kami ingatkan kader di Jawa Barat harus dekat dengan rakyat. Seperti KDM, dekat dengan rakyat, maka tiru beliau agar Demokrat ke depan bisa dicintai, tutupnya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis












