Subang, Lingkar.news – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiagakan sumur submersible dan 16 unit pompa irigasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk mengatasi kekeringan, menjaga pasokan air lahan sawah, serta mengamankan produksi padi selama musim kemarau. Langkah mitigasi ini dilakukan dengan mendistribusikan pompa ke enam kecamatan terdampak serta melakukan pengeboran air tanah.
“Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani ancaman kekeringan yang mulai melanda sejumlah sentra produksi padi di Kabupaten Subang,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Amran meminta seluruh jajaran Kementan memperkuat mitigasi menghadapi musim kemarau. Ia menegaskan setiap laporan kekeringan harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi puso yang dapat mengganggu produktivitas pertanian dan menghambat upaya mewujudkan swasembada pangan.
“Kita tidak boleh menunggu sampai kekeringan meluas,” katanya menegaskan.
Sebagai upaya mitigasi, Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) melakukan pemetaan potensi air tanah melalui survei geolistrik dan pengeboran sumur submersible di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, untuk menyuplai lahan sawah tadah hujan.
Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Manyingsal, Agus Hermawan, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementan dalam menangani ancaman kekeringan di wilayahnya.
“Alhamdulillah atas cepat tanggapnya dari Kementerian Pertanian, hari ini langsung dibuatkan sumur submersible di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang untuk menangani kekurangan air,” kata Agus.
Petani Desa Manyingsal, Taryo, menyatakan bahwa bantuan ini sangat krusial karena sumber air sumur bor warga sebelumnya telah mengering akibat kemarau.
“Harapan kami dengan sumur baru ini bisa mengatasi kekeringan, biar panen kami bisa maksimal,” kata Taryo.
Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Bandung, Hamid Sangadji, menjelaskan bahwa penanganan kekeringan dilakukan secara menyeluruh melalui pemetaan wilayah agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.
Pemerintah berharap langkah antisipatif melalui penguatan infrastruktur air dan percepatan penanganan di lapangan ini mampu menjaga produktivitas pertanian, mengamankan panen petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis













