JAKARTA, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan modifikasi cuaca selama lima hari ke depan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi banjir di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan bahwa upaya modifikasi cuaca sudah mulai dilakukan pada Selasa (13/1/2026) dan akan berlangsung hingga Sabtu (17/1/2026).
“Saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari,” ujar Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).
Modifikasi Cuaca Tekan Risiko Banjir
Pramono menekankan, tanpa modifikasi cuaca, durasi hujan di Jakarta bisa lebih panjang dan dampaknya akan melebihi banjir yang sudah terjadi.
“Hari ini terus terang saja, kalau hari ini tidak dilakukan modifikasi cuaca, nggak mungkin hujan hanya sebentar seperti tadi,” tambahnya.
DKI Siapkan Anggaran hingga 30 Hari
Modifikasi cuaca dilakukan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Jakarta.
Jika diperlukan, Pemprov DKI bahkan menyiapkan anggaran modifikasi cuaca hingga 30 hari ke depan. Menurut Pramono, langkah ini lebih efektif dibandingkan menghadapi dampak banjir yang lebih besar jika tidak dilakukan.
“Katakanlah kalau harus tiap hari modifikasi cuaca akan kami lakukan. Karena hitungan yang kami lakukan, dampak banjir dibandingkan dengan melakukan modifikasi cuaca, maka lebih baik dilakukan modifikasi cuaca,” jelas Gubernur.
Pramono berharap, upaya modifikasi cuaca ini dapat membantu mengendalikan banjir di Jakarta sehingga masyarakat tidak terdampak parah akibat hujan ekstrem.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki












