JAKARTA, Lingkar.news – Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menerima permintaan warga RT 05/RW 05 Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, terkait pembebasan lahan sebagai bagian dari upaya penanganan infrastruktur pascabanjir.
Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar mengatakan aspirasi warga tersebut akan diteruskan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Tentunya nanti saya akan sampaikan ke Pak Gubernur upaya-upaya yang diharapkan oleh masyarakat dan juga oleh kita semua, agar warga di kawasan ini tidak lagi terkena banjir,” ujar Anwar, Senin (26/1/2026).
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berdialog langsung dengan warga Kelurahan Pejaten Timur terkait usulan pembebasan lahan tersebut.
DPRD DKI Dukung Normalisasi Kali Ciliwung
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yusuf, mengapresiasi kunjungan Wali Kota Jakarta Selatan ke wilayah terdampak banjir di Pejaten Timur.
Ia menyampaikan harapan warga agar Pemprov DKI Jakarta segera merealisasikan normalisasi Kali Ciliwung, mengingat permukiman warga berada tepat di bantaran sungai.
“Harapannya, Pemprov DKI Jakarta bisa membebaskan lahan dan kemudian dibangun oleh pemerintah pusat, agar masyarakat tidak lagi terdampak banjir,” ujarnya.
Yusuf juga mendorong Pemprov DKI untuk mempercepat proses pembebasan lahan, khususnya di kawasan Pejaten Timur.
Normalisasi Kali Ciliwung Mulai Tahun Ini
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait proyek normalisasi Kali Ciliwung, yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2026.
Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta per Juli 2025, total rencana panjang tanggul normalisasi Kali Ciliwung mencapai 33,69 kilometer (km). Dari total rencana itu, sebanyak 17,14 km tanggul telah dinormalisasi dan 16,55 km belum dinormalisasi.
Pejaten Timur Masuk Prioritas Pembebasan Lahan
Dalam rencana normalisasi Kali Ciliwung, terdapat 14 lokasi prioritas pembebasan lahan hingga 2027, yaitu Kebon Manggis, Kampung Melayu, Bidara Cina, Manggarai, Bukit Duri, Kebon Baru, Cawang, Cililitan, Balekambang, Gedong, Pengadegan, Rawajati, Pejaten Timur, dan Tanjung Barat.
Adapun empat lokasi yang telah ditetapkan untuk tahap awal adalah Cawang, Cililitan, Pengadegan, dan Rawajati.
Untuk mendukung proyek tersebut, Dinas SDA Provinsi Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp98 miliar.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki


























