BINTAN, LINGKAR.NEWS – Pendamping Lokal Desa (PLD) bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bintan melakukan monitoring ketahanan pangan di Badan Usaha Milik Desa (Bum Desa) Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, pada Rabu (29/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan realisasi anggaran tahap pertama berjalan akuntabel serta memantau perkembangan usaha ternak ayam petelur yang menjadi program unggulan desa setempat.
Dalam tinjauan lapangan tersebut, tim mendapati bahwa operasional peternakan ayam petelur telah berjalan sesuai rencana. Namun, pengurus Bum Desa masih menghadapi kendala teknis dalam pengoperasian aplikasi pelaporan keuangan PPAK IV yang disediakan oleh Kementerian Desa PDTT, serta tantangan kenaikan harga pakan yang membebani arus kas usaha.
“Kegiatan ketahanan pangan secara umum berjalan baik, namun kami mencatat adanya kendala pada pemahaman teknis penggunaan aplikasi PPAK IV oleh pengurus. Selain itu, terdapat defisit anggaran pakan akibat lonjakan harga pasar,” ujar Makmur Saragi, Pendamping Lokal Desa, saat dikonfirmasi terkait hasil monitoring tersebut.
Berdasarkan data keuangan, terdapat kebutuhan dana tambahan untuk pembelian pakan sebesar Rp64 juta, sementara sisa anggaran yang tersedia hanya Rp39 juta. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak pendamping telah merekomendasikan pengurus Bum Desa agar segera menyusun proposal penyertaan modal tahun 2026 sebesar Rp50 juta.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak pendamping akan menjadwalkan pembekalan intensif terkait penggunaan aplikasi PPAK IV. Selain itu, pengurus Bum Desa disarankan untuk melakukan riset harga pasar yang lebih kompetitif, mencari pemasok alternatif, hingga menjajaki kerja sama dengan desa lain yang memiliki potensi produksi jagung pakan guna menekan biaya operasional.
Penulis : Makmur Saragi / Pendamping Lokal Desa – Lokasi : (Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan)












