LEBAK, Lingkar.news – Sebanyak 19 rumah warga dan satu musala di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, terdampak pergerakan tanah yang dipicu oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Warga kini berada dalam kondisi siaga karena khawatir bangunan ambruk jika hujan kembali turun.
Warga Cikulur Khawatir Rumah Ambruk
Ketua RW 03 Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kojles, mengatakan seluruh warga terdampak masih bertahan di rumah masing-masing sambil meningkatkan kewaspadaan.
“Semua warga di sini masih siaga, karena khawatir kondisi rumah ambruk,” kata Kojles saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Minggu (25/1/2026).
Pergerakan tanah tersebut terjadi pada Kamis malam (22/1/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah dua RT di Marga Mulya, Desa Cigoong Utara.
19 Rumah Retak, 1 Warga Mengungsi
Dari total rumah terdampak, sebagian besar mengalami retak-retak pada dinding dan struktur bangunan. Sementara itu, satu kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah anaknya karena kondisi bangunan dinilai hampir roboh.
“Kami memfokuskan keselamatan dan setiap hari siaga, karena khawatir terjadi cuaca ekstrem lagi,” ujar Kojles.
Salah satu warga terdampak, Ahmad, mengaku kondisi rumahnya cukup mengkhawatirkan karena retakan semakin melebar di bagian tembok.
“Pergerakan tanah itu tentu membuat warga waspada karena khawatir terjadi bencana susulan,” katanya.
BPBD Lebak Lakukan Asesmen
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyatakan pihaknya akan melakukan pendataan dan asesmen terhadap jumlah rumah yang terdampak pergerakan tanah tersebut.
“Setelah asesmen, hasilnya akan kami laporkan ke pimpinan, yakni Sekda, untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki


























