LEBAK, Lingkar.news – Lima tahun lebih korban bencana alam di Lebak, Banten tinggal di hunian sementara (huntara). Kini mereka ingin direlokasi agar bisa hidup layak dan sehat.
Pengakuan tersebut disampaikan Iyan, seorang warga korban banjir bandang dan longsor yang tinggal di Huntara Cigobang Lebak. Ia meminta agar pemerintah membuatkan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana alam.
“Kami sudah lima tahun lebih tinggal di hunian sementara dengan kondisi memprihatinkan, jika hujan kebocoran, jika kemarau kepanasan,” kata Iyan, Senin, 19 Mei 2025.
Masyarakat korban bencana alam di Blok Cigobang terdapat sekitar 112 kepala keluarga. Mereka menempati tenda huntara dengan kondisi tidak layak huni, ditambah kebocoran saat musim hujan.
Menurut Iyan, masyarakat sudah menempati gubuk huntara sudah berjalan lima tahun dengan kondisi cukup memprihatinkan.
Tenda huntara memiliki ruangan sekitar 4×4 meter, terpaksa tidur bersamaan dengan istri dan anak-anak hingga saling berdesakan dengan ruangan sempit itu.
Warga yang menempati tenda di Blok Huntara Cigobang Kecamatan Lebak Gedong terkadang mengalami gangguan kesehatan lingkungan.
“Kami hampir setiap hari menerima laporan warga sakit akibat tinggal di hunian yang tidak layak itu,” ucapnya.
Jenab (45), warga Blok Cigobang Kabupaten Lebak mengatakan masyarakat korban bencana alam sangat mendambakan relokasi ke tempat yang lebih aman, nyaman dan sehat dengan diberikan bantuan huntap.
Mereka yang tinggal di huntara, anggota keluarga tidak betah, terlebih saat musim kemarau, dipastikan ruangan rumah panas dan pengap.
“Kami minta pemerintah bisa membangun huntap untuk kami. Kami ingin direlokasi ke tempat yang lebih aman dari ancaman bencana alam,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Pemerintah Banten akan menyelesaikan warga korban bencana alam 2020 yang kini tinggal di Huntara Cigobang Lebak sebanyak 112 kepala keluarga.
Dalam waktu dekat, pihaknya mengunjungi lokasi Huntara itu sekaligus melakukan pendataan.
Sebetulnya, Pemprov Banten bisa mengerjakan pembangunan huntap tahun ini jika diberikan kewenangan.
“Kita bisa membangun hunian sederhana dengan anggaran biaya tak terduga (BTT),” ucapnya.
Jurnalis: Antara
Editor: Ulfa Puspa












