Bogor, Lingkar.news – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penanganan, investigasi, dan uji laboratorium terkait gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (27/10), terus berjalan.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Tim BGN Pusat bersama Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor dan tim asistensi telah turun langsung ke lapangan untuk menyelidiki kejadian serta memantau kondisi para siswa.
“Tentu kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Saat ini, tim kami dari BGN Pusat, KPPG setempat, serta tim asistensi sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi,” ujar Tysa di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
BGN Klarifikasi Jumlah Siswa yang Menjalani Observasi
Tysa menjelaskan, informasi yang beredar mengenai lebih dari 400 siswa mengalami gangguan kesehatan yang diduga akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berdasarkan fakta di lapangan.
Berdasarkan pendataan, sebanyak 40 siswa sempat memerlukan observasi di Puskesmas Cangkurawok, Rumah Sakit Medika Dramaga, dan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi.
Jumlah siswa yang masih menjalani observasi kemudian terus berkurang seiring perkembangan hasil pemantauan. Berdasarkan data terbaru hingga pukul 23.42 WIB, sebanyak 13 siswa masih menjalani observasi di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dan Rumah Sakit Medika Dramaga.
“Perlu kami luruskan, informasi yang beredar di luar menyebutkan ada 400 orang yang terdampak, tetapi informasi yang benar adalah 13 orang yang terdampak sampai dengan malam hari ini,” kata Tysa.
Klarifikasi itu disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi akurat sesuai perkembangan data di lapangan, bukan untuk mengecilkan dampak kejadian. BGN tetap memprioritaskan penanganan siswa yang mengalami keluhan kesehatan sekaligus melakukan investigasi untuk memastikan penyebabnya.
Sampel Makanan Diperiksa, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Hasil penelusuran awal menunjukkan dugaan sementara mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang telah diolah pihak ketiga sebelum digunakan oleh SPPG Bogor Dramaga 4.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan kesehatan para siswa. Sampel makanan masih menjalani pemeriksaan laboratorium untuk mendukung proses investigasi.
“Sampel makanan telah dibawa untuk diperiksa di laboratorium. Kita tunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium yang lebih mendetail,” ucap Tysa.
Tysa juga menyampaikan bahwa BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Bogor Dramaga 4. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses investigasi dan evaluasi.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis













