BELU, LINGKAR.NEWS – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Belu resmi mensosialisasikan penggunaan aplikasi Perencanaan Responsif Inklusif bagi masyarakat melalui layanan terintegrasi usulan responsivitas Alokasi dan Intervensi (Prisma Liurai) kepada para Pendamping Desa di Aula BP4D Kabupaten Belu, Rabu (14/10/2026). Langkah ini diambil guna menyinergikan perencanaan pembangunan daerah dan desa agar berbasis data yang terukur, terintegrasi, dan tepat sasaran bagi kebutuhan masyarakat.
Kepala BP4D Kabupaten Belu, Federikus L. Bere Mau, S.T., menegaskan bahwa sinergitas antara perencanaan daerah dan desa menjadi kunci utama agar dampak pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, aplikasi Prisma Liurai hadir sebagai solusi untuk memastikan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Daftar Usulan RKPDes yang diputuskan dalam Musrenbangdes dapat terekam secara sistematis.
“Sinergitas perencanaan dan penganggaran daerah dan desa harus merujuk pada data yang terukur dan terintegrasi. Aplikasi Prisma Liurai merupakan solusi dalam menyelesaikan persoalan yang ada, sehingga intervensi yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui OPD dan pemerintah desa dapat terintegrasi dengan baik,” ujar Federikus dalam keterangannya.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Tenaga Pendamping Profesional (TPP) P3MD Kabupaten Belu, Jan Christian, menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Belu. Ia menilai aplikasi ini sebagai terobosan strategis dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan yang berpihak pada masyarakat miskin.
“Ini suatu terobosan luar biasa yang wajib didukung oleh kami para Pendamping Desa. Sebagai langkah awal, kami telah bersepakat menetapkan enam kecamatan untuk melakukan pendampingan penginputan mulai besok. Sementara untuk kecamatan dan desa lainnya akan diselesaikan saat pelaksanaan Musrenbangdes tahun 2026 yang akan mulai berlangsung pada 27 Oktober 2026 mendatang,” jelas Jan Christian.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh seluruh pendamping desa di Kabupaten Belu, baik yang bertugas di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa. Diharapkan, melalui integrasi data ini, proses pembangunan di Kabupaten Belu ke depan akan lebih efektif dan efisien.
Penulis : Jan Christian / TAPM/Korbab Belu – Lokasi : (Desa Umanen, Kabupaten Belu)












