Cianjur, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam pertama periode Oktober 2026 hingga Maret 2027.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Cianjur, Wahyu Ginanjar, pada Selasa (13/10/2026), menjelaskan bahwa total stok pupuk yang tersedia di tiga Gudang Lini III mencapai 4.271 ton urea dan 3.982 ton NPK. Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 sebanyak 42.348 ton urea, 37.000 ton NPK, dan 4 ton pupuk organik.
“Kami sudah melihat langsung bersama jajaran dinas dan penyuluh pertanian ke Gudang Lini III Bojong dan Pasirhayam, Cianjur, guna memastikan kesiapan stok sekaligus memperkuat koordinasi dengan PT Pupuk Indonesia,” ujar Wahyu.
Wahyu menekankan bahwa ketersediaan stok di gudang harus dibarengi dengan pola distribusi yang tepat sasaran kepada petani yang berhak menerima. Menurutnya, hasil pengecekan lapangan menunjukkan bahwa stok siap disalurkan untuk mendukung produktivitas petani pada musim tanam pertama ini.
Untuk mempermudah proses penebusan, petani yang terdaftar hanya diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pihaknya pun meminta petani untuk terus menjalin komunikasi dengan penyuluh pertanian atau UPTD pelayanan pertanian setempat terkait alokasi dan jadwal penebusan.
“Kami juga akan terus bekerja sama dengan Pelaku Usaha Distribusi, Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), penyuluh pertanian, hingga petani guna memastikan penyaluran pupuk berjalan sesuai ketentuan, dan tepat sasaran,” tambahnya.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan agar distribusi pupuk tetap berjalan lancar. Wahyu berharap ketersediaan pupuk ini dapat membantu petani dalam meningkatkan hasil panen serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Cianjur.
“Ketersediaan pupuk bersubsidi dapat membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah, sehingga perekonomian petani terus meningkat,” pungkasnya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis












