Hal yang Harus Kamu Tahu untuk Menyambut Ramadhan 2024

Hal yang Harus Kamu Tahu untuk Menyambut Ramadhan 2024

Jelang Ramadhan Ajak Anak-Anak Berkeliling Kota Kendal ( Foto : Lingkar )

1. Kapan tanggal 1 Ramadhan 2024?

Menurut Pusat Pimpinan (PP) Muhammadiyah sudah mengumumkan jika awal puasa Ramadhan 2024 jatuh pada 11 Maret 2024. Hal tersebut berdasarkan surat penetapan Hasil Hisab Awal Ramadan, 1 Syawal, dan 10 Zulhijah 1445 H yang ditandatangani Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas dan Sekretaris Atang Solihin.

Sedangkan Menurut NU dan Kementrian Agama Masih Menunggu sidang isbat penetapan Tanggal 1 Ramadhan 2024. Jadi Kita tunggu aja yah pengumuman resmi dari pemerintah

2. Bagaimana cara menentukan awal Ramadhan?

Awal Ramadhan ditentukan melalui pengamatan hilal atau penampakan bulan sabit baru setelah matahari terbenam. Metode ini bisa menggunakan dua metode yaitu hisab (perhitungan astronomi) atau dan metode rukyat (pengamatan langsung). Metode Hisab biasanya digunakan Muhammadiyah dalam menentukan Awal Bulan Baru dan Metode Rukyat biasanya dipakai Nahdlatul Ulama, kedua metode tersebut memiliki dalil yang kuat dan sudah dipergunakan sejak zaman Rasullullah sampai sekarang.

3. Apa saja niat puasa Ramadhan?

Niat puasa Ramadhan adalah berniat di hati untuk berpuasa esok hari dari terbit fajar sampai terbenam matahari karena Allah SWT. Niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar. namun yang lebih lengkap adalah sebagai berikut :

Nawaitu souma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta’ala.”

Adapun untuk berjaga – jaga agar puasa tetap sah meskipun kelupaan niat, kita dapat menggunakan niat puasa sebulan penuh dari imam malik sebagai berikut ini :

Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”

“Untuk berjaga-jaga agar puasa tetap sah ketika suatu saat lupa niat, sebaiknya pada hari pertama bulan Ramadhan berniat taqlid (mengikut) pada Imam Malik yang memperbolehkan niat puasa Ramadhan hanya pada permulaan saja. Dan adanya cara tersebut bukan berarti membuat kita tidak perlu lagi niat di setiap harinya, tetapi cukup hanya sebagai jalan keluar ketika benar-benar lupa,”demikian bunyi kalam KH A Idris Marzuqi dalam Kitab Sabil al-Huda, halaman 51.

4. Apa saja yang membatalkan puasa?

Yang membatalkan puasa antara lain makan dan minum dengan sengaja, hubungan suami istri, muntah dengan sengaja, dan haid atau nifas bagi wanita. selain itu ada juga hal yang tidak membatalkan puasa tapi menghapus pahala puasa yaitu diantaranya : ghibah (ngomongin orang), berdusta, marah dan melihat hal yang Mengundang Syahwat.

5. Bolehkah menelan ludah saat berpuasa?

Menelan ludah saat berpuasa adalah boleh karena hal itu dianggap alami dan bukan berasal dari luar tubuh. namum menelan ludah saat selesai berkumur setelah wudhu hukumnya makruh.

6. Bagaimana hukumnya jika muntah saat berpuasa?

Jika muntah tidak disengaja, maka puasanya tetap sah. Namun, jika muntah disengaja (memasukkan sesuat ke kerongkongan), maka puasa dianggap batal.

7. Apakah berpuasa aman bagi ibu hamil dan menyusui?

Ibu hamil dan menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika khawatir akan keselamatan dirinya atau anaknya. Mereka bisa menggantinya di hari lain atau memberi fidyah. Jika Ibu membatalkan puasa karena khawatir dengan dirinya maka diwajibkan mengganti (qadha’) di hari lain. namun ketika seorang ibu tidak berpuasa dikarenakan menghawatirkan anaknya maka harus mengganti di lain hari sekaligus membayar fidyah.

Adapun besaran fidyah Menurut Imam Malik, Imam As-Syafi’I adalah 7,5 ons atau 1 mud Makanan Pokok per hari. Jadi kalau seorang Ibu hamil atau menyusui tidak puasa selama 10 hari maka fidyah yang harus dibayar adalah 7.5 Kg Beras (Makanan Pokok).

8. Bagaimana cara mengganti puasa yang ditinggalkan?

Bagi seorang perempuan pasti mengalami menstruasi dan tidak dapat menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, okeh karena itu Puasa yang ditinggalkan dapat diganti (qadha) dengan berpuasa di hari lain setelah Ramadhan sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.

9. Apa saja amalan sunnah di bulan Ramadhan?

Amalan sunnah di bulan Ramadhan antara lain tarawih, tadarus Al-Qur’an, i’tikaf (berdiam diri dimasjid), memberi makan orang berbuka, dan lain-lain.

10. Bagaimana cara menghitung zakat fitrah?

Zakat fitrah dihitung dengan satuan takaran makanan pokok setempat, biasanya sekitar 2,5 hingga 3 kg per orang, atau nilai uangnya sesuai harga pasar. namun ada beberapa ulama yang sangat tidak menganjurkan mengganti zakat fitrah dengan uang.

11. Kapan waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah?

Waktu terbaik membayar zakat fitrah adalah sebelum shalat Idul Fitri dimulai sekitar malam akhir bulan ramadhan, namun bisa juga dibayarkan selama bulan Ramadhan.

12. Kepada siapa zakat fitrah harus dibagikan?

Zakat fitrah harus dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahiq), seperti fakir, miskin, amil zakat dan lain sebagainya. Namun beberapa ulama menghimbau untuk membagikan langsung kepada fakir miskin yang masih ada hubungan keluarga dan yang paling dekat dengan rumah. hal ini dianjurkan untuk mempererat tali silaturrahmi dengan keluarga dan tetangga sekitar.

13. Apa saja jenis-jenis tarawih?

Shalat tarawih merupakan salah satu rangkaian ibadah sunnah yang dilakukan pada malam hari di bulan Ramadhan. Tarawih dilaksanakan setelah shalat Isya dan sebelum shalat Witir.

Shalat Tarawih dianjurkan dilakukan secara berjamaah, meskipun bagi yang uzur memenuhi keutamaan ini bisa menunaikannya secara sendirian (munfarid).   Dalam ibadah shalat Tarawih, terdapat sejumlah perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat. Ada yang berpendapat 20 rakaat, 36 rakaat, dan ada yang berpendapat 8 rakaat.

14. Berapa rakaat tarawih yang dianjurkan?

Jumlah rakaat tarawih yang dianjurkan bervariasi menurut mazhab, namun yang paling umum di indonesia adalah 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir.

Imam An-Nawawi dari mazhab Syafi’i menerangkan dalam kitab An-Nawawi, Al-Majmu’, juz 3, halaman 527:  

مَذْهَبُنَا أَنَّهَا عِشْرُوْنَ رَكْعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيْمَاتٍ غَيْرِ الْوِتْر

“Menurut mazhab kami jumlahnya 20 rakaat dengan 10 kali salam, selain shalat witir.” 

Dari mazhab Hanbali, Imam Ibnu Qudaman menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni juz 1, halaman 456:   

 وَقِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ عِشْرُونَ رَكْعَةً يَعْنِي صَلَاةُ التَّرَاوِيْحِ وَهِيَ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ وَأَوَّلُ مَنْ سَنَّهَا رَسُولُ اللهِ    

“Dan qiyam bulan Ramadhan itu 20 rakaat, yaitu shalat tarawih. Hukumnya sunnah muakkadah, dan orang yang pertama kali melakukannya adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” 

Demikian pengetahuan singkat untuk kita menyambut ramadhan 2024 ini dengan penuh semangat, Semoga bermanfaat!

Exit mobile version