Musrenbang Kabupaten Bekasi: Pengangguran Masih Jadi Problem Serius

Musrenbang Kabupaten Bekasi: Pengangguran Masih Jadi Problem Serius

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan menutup musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Bekasi 2025-2045 dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2025 dengan menandatangani pengesahan hasil kegiatan di Nuanza Hotel Cikarang, Kamis. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Bekasi, Lingkar.news – Pemerintah kota Bekasi, Jawa Barat baru saja menyelesaikan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2025-2045 dan Pembangunan Daerah 2025 dengan proyeksi menuntaskan sejumlah isu strategis.

Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan menyampaikan penutupan Musrenbang tingkat Kabupaten Bekasi menandai awal tugas perangkat daerah untuk segera menuntaskan isu-isu strategis yang terangkum dalam program prioritas pembangunan.

“Salah satu problem kita angka pengangguran yang masih tinggi. Kita harus lebih benar-benar tajam menyusun strategi dan kegiatan agar tidak terus dibebani persoalan pengangguran ini dari tahun ke tahun,” katanya di Cikarang, Kamis (7/3).

Dani Ramdan menjelaskan mulai tahun 2026, fokus prioritas daerah tertuju pada pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan visi pemerintah pusat yakni Menuju Indonesia Emas 2045.

“Jadi Kabupaten Bekasi juga harus mencapai kemajuan-kemajuan yang signifikan di tahun 2045 nanti supaya tetap menjadi Kabupaten yang terkemuka di Jawa Barat dan Indonesia,” katanya.

Ia menilai kemajuan industri di Kabupaten Bekasi saat ini harus dibarengi dengan upaya serius dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari kerusakan sehingga tidak merugikan generasi penerus di masa yang akan datang.

“Hal itu juga yang dirumuskan dalam rencana jangka panjang kita, agar kemajuan ekonomi, kemajuan infrastruktur bisa dilengkapi dengan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Airnya bersih, tanahnya bersih, udaranya juga bersih,” ucapnya.

Pelaksana tugas Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi Agus Budiono menyatakan kegiatan musrenbang tingkat kabupaten ini menutup rangkaian proses musyawarah yang telah dilaksanakan sebelumnya sejak 29 Februari sampai 6 Maret 2024.

Menurut dia sejumlah usulan yang berhasil dihimpun dari musrenbang tingkat desa dan kecamatan masih mengusung pemerataan pembangunan infrastruktur, aspek perekonomian, serta aspek sosial.

“Nah memang kita melakukan penajaman terhadap usulan-usulan yang disampaikan masyarakat melalui musrenbang dan pokok-pokok pikiran. Yang nanti dimatangkan ke dalam RKPD. Tentu dengan memperhatikan kapasitas fiskal,” katanya.

Agus merinci sejumlah prioritas pembangunan jangka panjang Kabupaten Bekasi meliputi tata kelola pemerintahan, infrastruktur, stabilitas ekonomi dan sosial, serta aspek lingkungan.

“Seperti yang disampaikan Pak Penjabat Bupati, untuk aspek lingkungan ini kita berharap tentu peningkatan industri manufaktur juga tidak mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan,” katanya. (rara-lingkar.news)

Exit mobile version